12 Mahasiswa Internasional Diwisuda, Bawa UMP Mendunia

Caption Foto : Perwakilan mahasiswa internasional, Mamaudou Sangare memberikan testimoni di acara wisuda UMP ke-79, Sabtu (3/10/2026).(Foto : Hermiana E.Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang semakin terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Hal itu terlihat dalam Wisuda ke-79 UMP, ketika 12 mahasiswa internasional resmi menyelesaikan pendidikan bersama ribuan lulusan lainnya.

Para lulusan tersebut berasal dari sejumlah negara, di antaranya Yaman, Kenya, Madagaskar, Filipina, Tajikistan, Sudan, Pakistan, Gambia, Mali, dan Zimbabwe.

Mereka menempuh pendidikan pada berbagai bidang keilmuan, mulai dari Akuntansi, Teknik Elektro, Manajemen hingga Pendidikan Bahasa Inggris. Setelah menyelesaikan studi di Purwokerto, para lulusan tersebut akan melanjutkan perjalanan masing-masing, baik dengan kembali ke negara asal maupun menapaki karier di tempat lain. 

Keberadaan 12 mahasiswa internasional dalam Wisuda ke-79 menjadi gambaran semakin beragamnya komunitas akademik di UMP. Dari jenjang sarjana, terdapat dua lulusan asal Yaman, yakni Ibrahim Abdulbasot, S.Ak. dari Program Studi Akuntansi dan Saleh Bandar Mohammed, S.T. dari Teknik Elektro.

Sementara itu, Najib Abdirahman, S.Ak. asal Kenya juga berhasil menyelesaikan pendidikan pada bidang Akuntansi. Pada jenjang magister, terdapat sejumlah mahasiswa dari berbagai negara. Mereka antara lain Rafanjamalaia Beniarmine Andreas, M.M. asal Madagaskar, Christinelle Ylame Mendoza, M.Pd. asal Filipina, Ayesha Sohail, M.Pd. asal Pakistan, serta Ibtsam Awad Ali Ibrahim, M.M. asal Sudan.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Lulusan lainnya yakni Naseer Ullah, M.Pd. asal Pakistan, Katim Lowe, M.Pd. dan Mamut Saine, M.Pd. dari Gambia, serta Mamaudou Sangare, M.Pd. asal Mali. Satu lulusan lainnya berasal dari Zimbabwe.

Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya jumlah mahasiswa UMP, tetapi juga menghadirkan interaksi lintas budaya di lingkungan kampus. Selama menjalani pendidikan, mahasiswa internasional tersebut berbaur dengan mahasiswa Indonesia. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Purwokerto. 

Bagi para mahasiswa internasional, kelulusan dari UMP menjadi penanda berakhirnya satu fase sekaligus awal perjalanan baru. Gelar akademik yang diperoleh di Purwokerto akan menjadi bagian dari perjalanan profesional mereka ketika kembali ke negara masing-masing atau melanjutkan aktivitas di negara lain.

Bagi UMP, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi bagian dari proses memperluas jejaring pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Interaksi yang terbangun selama masa studi diharapkan tidak berhenti setelah para mahasiswa meninggalkan kampus. Hubungan tersebut dapat berkembang menjadi jaringan akademik, profesional, maupun kerja sama lintas negara.

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Rektor UMP: Mereka Bagian dari Keluarga Besar UMP

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa internasional yang berhasil menuntaskan pendidikan. Ia mengatakan, para mahasiswa tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan UMP selama berada di Purwokerto.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Mereka datang dari berbagai negara, belajar bersama kita di Purwokerto, dan hari ini menyelesaikan salah satu perjalanan penting dalam kehidupan mereka,” ujar Prof. Jebul.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMP tidak hanya berupa gelar akademik. Para lulusan juga diharapkan membawa pengalaman, persahabatan dan kenangan selama berada di Indonesia.

“Mereka adalah bagian dari keluarga besar UMP. Setelah kembali ke negaranya atau melanjutkan perjalanan ke tempat lain, kami berharap mereka menjadi jembatan yang menghubungkan UMP dengan masyarakat dunia,” katanya.

Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare

Menurut Prof. Jebul, hubungan tersebut berpotensi berkembang menjadi jejaring akademik dan profesional yang lebih luas, termasuk peluang kolaborasi antarnegara di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya berarti mengirim mahasiswa atau dosen ke luar negeri maupun membangun kerja sama dengan universitas asing. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional di lingkungan kampus juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pendidikan berwawasan global.

“Internasionalisasi bukan hanya tentang UMP pergi ke luar negeri. Dunia juga harus hadir di dalam kampus kita,” ungkapnya.

Ia menilai pertemuan mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa dari Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara hingga Timur Tengah memberikan pengalaman internasional secara langsung. Dengan demikian, ruang kuliah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya dan perspektif.

Wisuda ke-79 UMP akhirnya tidak hanya menjadi seremoni kelulusan. Kehadiran 12 mahasiswa internasional dari berbagai negara menjadi gambaran bagaimana Purwokerto menjadi salah satu titik pertemuan mahasiswa lintas negara. Dari Purwokerto, para lulusan tersebut membawa gelar, pengalaman dan jejaring yang diharapkan turut memperluas nama UMP di berbagai penjuru dunia. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: