ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Ampas kopi yang biasanya berakhir menjadi limbah ternyata bisa memiliki nilai ekonomi. Tiga mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto membuktikannya lewat inovasi Ethic's Glow, produk scrub padat berbahan ampas kopi.
Gagasan bisnis tersebut mengantarkan Ayudya Dwi Ritmadini, Kukuh Prima Danu, dan Suslita Hidayati meraih Juara 1 Lomba Business Plan Nasional yang digelar DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu pada Juni 2026.
Melihat Peluang dari Tumpukan Ampas Kopi
Ide Ethic's Glow lahir dari kegelisahan tim melihat limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk memastikan gagasan tersebut dapat diterapkan, mereka melakukan observasi di TPST Gunung Tugel.
Tak berhenti di sana, tim juga mendatangi sejumlah kedai kopi di Purwokerto. Mereka ingin mengetahui seberapa besar potensi ampas kopi yang bisa dikumpulkan sebagai bahan baku.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
“Dari observasi di lapangan, kami bisa melihat secara langsung bagaimana proses pengelolaan limbah dilakukan. Hal itu menjadi bekal untuk menyusun model bisnis yang realistis dan dapat diterapkan,” kata Ayudya, Jumat (2/10/2026).
Dari proses tersebut, ampas kopi kemudian dikembangkan menjadi scrub padat untuk produk perawatan tubuh. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai diarahkan menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus peluang bisnis.
Tak Hanya Jual Produk
Ethic's Glow juga menawarkan konsep yang lebih luas. Tim merancang platform digital yang memungkinkan masyarakat mendapatkan poin setelah menyetorkan limbah kopi.
Website tersebut dilengkapi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan sebagai media edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Dengan konsep ini, masyarakat tidak hanya diajak menjadi konsumen, tetapi juga terlibat dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan limbah.
Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, Ethic's Glow menggandeng kedai-kedai kopi di Purwokerto.
Kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak. Kedai kopi memiliki alternatif untuk mengelola limbah ampas kopi, sedangkan Ethic's Glow memperoleh bahan baku untuk produksi scrub.
Konsep tersebut sejalan dengan tema Business Plan Nasional, yakni “Memberdayakan Ekonomi di Masa Depan melalui Inovasi Bisnis yang Kreatif dan Berkelanjutan”.
Dalam kompetisi tersebut, tim UIN Saizu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Diponegoro.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Berkembang Jadi Bisnis Nyata
Prestasi sebagai Juara 1 Nasional menjadi langkah awal bagi tim untuk mengembangkan Ethic's Glow lebih jauh.
Ayudya dan tim berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proposal kompetisi, tetapi dapat diwujudkan menjadi bisnis yang benar-benar berjalan.
Selain menciptakan peluang ekonomi, Ethic's Glow diharapkan ikut mengurangi limbah ampas kopi dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Bagi ketiganya, ampas kopi bukan lagi sekadar sisa minuman, tetapi bahan yang masih bisa diolah menjadi peluang usaha melalui kreativitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. (*)
Baca juga: 5 Cafe Kekinian yang Ramai di Purwokerto, Cocok untuk Nongkrong dan Ngopi
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.