ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN — Situasi mencekam sempat melanda kawasan perkebunan di Dukuh Curug Gintung, Desa Tugu, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, pada Kamis (1/10/2026) malam. Sebanyak 1 hektar lahan Perhutani di Petak 16 dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Kepulan pekat asap hitam yang membubung tinggi menjelang malam hari sukses membuat warga sekitar panik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 17.30 WIB. Tanpa menunggu lama, warga setempat yang didampingi oleh aparat gabungan langsung bergerak cepat menuju titik lokasi untuk melakukan penyelamatan darurat.
Medan yang cukup menantang dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran tidak menyurutkan nyali para petugas dan relawan di lapangan. Operasi pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya, yakni dahan-dahan pohon basah untuk memukul mundur kobaran api.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, proses pemadaman api melibatkan berbagai pihak, mulai dari personel Polsek Buayan, Koramil, BPBD Kebumen, relawan serta warga desa.
"Berkat kesigapan kolaborasi lintas sektor tersebut, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.30 WIB. Petugas kemudian melakukan penyisiran lanjutan guna memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali," terangnya.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Kapolres memastikan, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan datang dari rusaknya ekosistem lahan Perhutani seluas kurang lebih satu hektar. Pihaknya juga masih mendalami penyebab kebakaran tersebut.
"Penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan," jelasnya, Jumat (2/10/2026).
Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan pembakaran sampah di dekat area vegetasi kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Mengingat kondisi cuaca dan lahan yang kering, sebaiknya tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah dan segera melapor jika melihat potensi titik api," pesannya. (*)
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.