ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) memastikan Vikram Sinha tetap menjabat sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO). Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat.
RUPSLB Indosat juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris setelah Seppalga Ahmad menyampaikan pengunduran diri dari posisi Komisaris Perseroan. Pengunduran diri tersebut telah diterima dan disetujui dalam rapat, sementara Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasinya selama menjalankan tugas sebagai bagian dari Dewan Komisaris.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti mengatakan, keberlanjutan kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi Indosat untuk memperkuat agenda transformasi, termasuk memperluas penerapan strategi AI North Star, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta membangun kapabilitas digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Reski.
Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebelumnya telah diumumkan Indosat pada Juli 2026. Keputusan RUPSLB ini memberikan keberlanjutan bagi perseroan untuk menjalankan berbagai agenda strategis dalam menghadapi perkembangan bisnis digital dan kebutuhan teknologi yang terus berubah.
Baca juga: Sempat Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Stabil
Salah satu fokus utama Indosat adalah memperluas strategi AI North Star. Strategi tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem AI yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, cloud, platform hingga solusi berbasis kecerdasan buatan.
Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Indosat berupaya memperluas akses terhadap teknologi AI bagi pelaku usaha, pengembang, peneliti maupun masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pemanfaatan AI diharapkan dapat berkembang dari sekadar kapasitas teknologi menjadi sumber penciptaan nilai yang dapat dirasakan lebih luas.
Untuk mendukung target tersebut, Indosat juga terus memperkuat infrastruktur komputasi dan konektivitas. Zankore disebut memperkuat kemampuan komputasi perseroan melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 MW.
Sementara itu, RAIA Grid ditopang jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu fondasi untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti dan masyarakat.
Keduanya menjadi bagian dari fondasi AI Factory serta ekosistem AI Indosat yang lebih luas. Perseroan menargetkan pemanfaatan infrastruktur tersebut tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas AI, tetapi juga menghasilkan berbagai aplikasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata.
Baca juga: Daop 5 Purwokerto Kembali Gelar Skybridge Run 2026, Berhadiah Tiket Prioritas Half Marathon
Indosat Targetkan 2 Juta Talenta Digital
Selain membangun infrastruktur, Indosat juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi berbasis AI. Perseroan memiliki ambisi untuk memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada 2030. Target tersebut ditempuh melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat riset kecerdasan buatan, mendorong inovasi serta meningkatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital.
Di sisi lain, Indosat juga berupaya memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap peluang ekonomi digital. Dengan demikian, perkembangan teknologi AI diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor teknologi, tetapi dapat membuka kesempatan yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.
Komitmen Indosat terhadap pengembangan AI juga diikuti dengan upaya menciptakan infrastruktur digital yang lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui uji coba AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network). Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi.
Baca juga: Kejar Mimpi FEST 2026, CIMB Niaga Ajak Anak Muda Berani Mencari Jalan Menuju Mimpi
"Dalam uji coba tersebut, AI-RAN dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional,"jelas Reski.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi Indosat untuk membangun ekosistem AI yang semakin terintegrasi. Dengan dukungan infrastruktur, konektivitas, talenta digital dan teknologi yang lebih efisien, perseroan berupaya memastikan perkembangan AI dapat diterjemahkan menjadi peluang baru bagi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.