ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau 2026 masih melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah. Hingga akhir September, 75,4 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan.
Data BPBD Jawa Tengah mencatat, distribusi dilakukan sejak 5 Juni hingga 28 September 2026. Bantuan tersebut telah menjangkau 33 kabupaten/kota, 255 kecamatan, dan 784 desa/kelurahan.
Jumlah penerima manfaat mencapai 1.557.333 kepala keluarga atau 2.341.548 jiwa.
Besarnya distribusi air tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebanyak 36,44 juta liter berasal dari APBD Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota, 259 ribu liter dari APBN, serta 38,75 juta liter dari dukungan CSR perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat.
33 Daerah Terdampak
Baca juga: Dishub Banyumas Berlakukan Parkir Gratis Alfamart Mulai Hari Ini
Sejumlah daerah tercatat mendapat distribusi air bersih dalam jumlah tinggi. Di antaranya Klaten, Pemalang, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Banyumas, Sragen, Cilacap, Blora, dan Banjarnegara.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penanganan kekeringan dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.
“Kekeringan sudah kita petakan. Semua komponen bergerak. BPBD bergerak, PMI bergerak, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak, TNI dan Polri bergerak. Untuk masyarakat kita salurkan air bersih,” kata Luthfi, Rabu (30/9).
Namun, persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut kebutuhan air untuk rumah tangga. Pemerintah juga mewaspadai dampaknya terhadap sektor pertanian.
Luthfi meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota serta TNI memetakan kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Sekda Jateng Sebut Tantangan Jaga Persatuan Semakin Besar
Sawah Jadi Perhatian
Menurut Luthfi, kebutuhan air untuk pertanian harus diantisipasi karena terdapat sawah tadah hujan maupun sawah irigasi.
Pemprov Jateng bersama TNI telah melakukan sejumlah langkah, termasuk sumurisasi dan pipanisasi, untuk membantu memenuhi kebutuhan air di kawasan pertanian.
“Semoga target produksi padi dan komoditas pangan tidak meleset,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan masyarakat agar tidak boros menggunakan air selama musim kemarau.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatibarang Meluas, Pemprov Jateng Kerahkan Tim Gabungan
Pemprov Jateng juga membuka kemungkinan meminta modifikasi cuaca kepada BNPB apabila kondisi kekeringan semakin parah.
Selain itu, pemerintah mempercepat pembangunan dan penguatan tanggul serta bendungan agar lebih banyak air dapat ditampung ketika hujan turun.
Untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan, pemerintah juga menyiapkan asuransi gagal panen.
Dengan puluhan juta liter air yang telah disalurkan, penanganan kekeringan di Jateng kini tidak hanya berfokus pada distribusi air untuk warga, tetapi juga menjaga agar dampak kemarau tidak mengganggu produksi pangan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.