ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong pemanfaatan minyak jelantah menjadi biodiesel melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pusat Daur Ulang (PDU) Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pengelolaan limbah rumah tangga berbasis circular economy kepada masyarakat. Mengusung tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel sebagai Implementasi Smart Waste Management Berbasis Circular Economy”, kegiatan diikuti masyarakat sekitar PDU Sokanegara.
Ketua Tim Pengabdian, Efita Pratiwi Adi, S.Pd., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong pengelolaan minyak jelantah agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
“Kami berharap edukasi dan inovasi melalui kegiatan ini dapat membantu mengurangi limbah minyak jelantah yang berpotensi mengganggu lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengenal potensi pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif bahan bakar,” ungkap Efita.
Dari Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Kegiatan ini merupakan kelanjutan program pengabdian yang telah dilaksanakan di PDU Sokanegara pada 2025. Jika pada tahun sebelumnya masyarakat mendapatkan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun, tahun ini tim mengembangkan pemanfaatannya menjadi biodiesel sebagai salah satu alternatif produk bernilai guna.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pretest untuk mengetahui pemahaman awal mengenai biodiesel dan pemanfaatan minyak jelantah. Hasil evaluasi awal menunjukkan sebagian besar peserta belum mengetahui biodiesel maupun proses pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku alternatif.
Tim kemudian memberikan penjelasan mengenai pengelolaan minyak jelantah serta tahapan pengolahannya. Peserta diperkenalkan pada proses mulai dari pengumpulan dan pemilahan minyak jelantah, penyaringan untuk menghilangkan kotoran, penjernihan, hingga pengolahan lebih lanjut menjadi biodiesel.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan langsung dalam praktik pengolahan. Minyak jelantah yang telah dikumpulkan diproses melalui tahapan penyaringan dan penjernihan sebelum diolah lebih lanjut hingga menghasilkan biodiesel.
Biodiesel yang dihasilkan kemudian diuji secara langsung melalui uji nyala di lokasi kegiatan. Hasil pengujian menunjukkan biodiesel dapat menyala, sehingga memberikan gambaran kepada peserta mengenai potensi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Kurangi Limbah, Cegah Pencemaran
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat PDU Sokanegara memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman praktik dalam mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel.
Pemanfaatan kembali minyak jelantah juga diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang limbah minyak secara sembarangan. Sebab, limbah minyak yang dibuang ke saluran air atau lingkungan dapat mengganggu kualitas air dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
Dengan mengubah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna, masyarakat didorong untuk melihat limbah bukan semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
Program Unsoed tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan circular economy. Upaya sederhana dari tingkat rumah tangga ini diharapkan ikut mengurangi beban limbah, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. (*)
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.