Konektivitas Digital Indonesia Tembus 90 Persen

Komdigi Genjot Kualitas 4G dan 5G
Nasional
By Ariyani  —  On Sep 27, 2026
Caption Foto : Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo. (Foto : Dok. Komdigi).

ORBIT-NEWS.COM, BANDUNG – Perluasan akses internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Saat ini, cakupan konektivitas digital nasional telah mencapai lebih dari 90 persen. Namun, pemerintah menilai pembangunan telekomunikasi tidak cukup hanya dengan memperluas jangkauan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan koneksi yang sudah tersedia memiliki kualitas lebih baik, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus dapat diakses dengan harga yang terjangkau.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo mengatakan, pemerintah kini menggeser perhatian dari sekadar mengejar luas cakupan menuju peningkatan kualitas layanan konektivitas digital.

“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Angga Raka Prabowo, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas jaringan membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah dan industri telekomunikasi. Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat pembangunan infrastruktur digital harus dilakukan secara adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga: Riset Roket hingga Drone Dunia Berkumpul di Yogyakarta, Ada Kompetisi Mahasiswa dari 26 Negara

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelasnya.

Salah satu upaya pemerintah adalah memanfaatkan spektrum frekuensi 700 MHz untuk memperkuat jaringan 4G, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses atau blank spot.

Frekuensi 700 MHz memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan layanan seluler. Pemerintah mendorong operator memanfaatkan spektrum tersebut untuk menghadirkan konektivitas 4G hingga ke wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan layanan secara optimal.

“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkap Angga.

Frekuensi 2.600 MHz Dorong Perluasan Layanan 5G

Baca juga: Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, Rumah dan Sekolah Rusak

Selain memperluas jaringan 4G, pemerintah juga menyiapkan penguatan ekosistem 5G melalui pemanfaatan frekuensi 2.600 MHz. Menurut Angga, spektrum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sekaligus memperluas penyebaran layanan 5G di Indonesia.

“2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya, Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” katanya.

Dengan tersedianya frekuensi tersebut bagi seluruh operator seluler, pemerintah berharap perkembangan jaringan 5G di Indonesia dapat berlangsung lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang. Targetnya, dalam tiga tahun ke depan, layanan 5G tidak hanya semakin luas, tetapi juga memberikan kualitas koneksi yang semakin baik bagi masyarakat.

“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegasnya. 

Peningkatan konektivitas dan kualitas jaringan tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Baca juga: Pemerintah Tambah 74 Ribu Ton Beras SPHP

Angga menjelaskan, transformasi digital Indonesia diarahkan pada tiga aspek utama, yakni membuat masyarakat semakin terkoneksi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi, serta memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.

“Hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital, dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri, kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: