BGN Suspend SPPG Batang dan Copot Kepala Dapur

Dampak 219 Penerima MBG Keracunan
Nasional
By Ariyani  —  On Sep 25, 2026
Caption Foto : Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Foto :Dok. BGN).

ORBIT-NEWS.COM, BATANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah 219 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan.

BGN menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap SPPG tersebut dan mencopot kepala dapur dari jabatannya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi sekaligus untuk memastikan proses investigasi terhadap dugaan pelanggaran prosedur dan keamanan pangan dapat berjalan secara menyeluruh.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana mengatakan, keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. Karena itu, operasional SPPG dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan.

“Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang. Di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, ada sebagian makanan yang dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat,” ujar Ketut.

Pengolahan Makanan dan Kebersihan SPPG Disorot

Baca juga: Riset Roket hingga Drone Dunia Berkumpul di Yogyakarta, Ada Kompetisi Mahasiswa dari 26 Negara

Keputusan tersebut diambil setelah BGN menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan makanan di SPPG Batang Bawang Bawang. Salah satu temuan awal berkaitan dengan pengolahan telur. Tim menemukan telur telah dimasak lebih awal sekitar pukul 19.30 WIB dan kemudian dipanaskan kembali pada sekitar pukul 02.30 WIB.

Selain proses pengolahan, pemeriksaan awal juga menemukan kondisi kebersihan pada sejumlah bagian SPPG yang masih perlu mendapat perhatian. BGN menegaskan seluruh temuan tersebut masih dalam proses investigasi dan belum dapat disebut sebagai penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat.

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegas Ketut.

Sementara itu, jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan mencapai 219 orang berdasarkan laporan hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB. Sebanyak 132 orang menjalani rawat inap, sedangkan 87 lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.

BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah memperoleh penanganan medis. Kondisi mereka juga terus dipantau melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah.

Baca juga: Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, Rumah dan Sekolah Rusak

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan. BGN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.

Setelah investigasi selesai, BGN akan mengevaluasi seluruh hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Batang Bawang Bawang. Jika terbukti terdapat pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan ketentuan operasional, tindakan lebih lanjut akan diberikan sesuai aturan.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ketut. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: