ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pengelolaan tambang emas rakyat perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, lingkungan, dan keberlanjutan. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong penataan kawasan tambang agar aktivitas pertambangan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Pertambangan Emas Rakyat bertema “Good Mining Practice dalam Pengelolaan dan Penataan Kawasan Tambang Emas Rakyat” yang digelar Pusat Studi Mineral, Energi, dan Teknologi Pertambangan LPPM Unsoed di Ballroom Lantai 5 IAB Unsoed, Kamis (24/9/2026).
Seminar mempertemukan akademisi dan praktisi untuk membahas pengelolaan pertambangan emas rakyat dari berbagai sisi, termasuk potensi sumber daya, perizinan, teknologi pengolahan, lingkungan, hingga pengelolaan usaha.
Pengelolaan Tambang Harus Aman
Kepala LPPM Unsoed Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti mengatakan pemanfaatan sumber daya pertambangan harus dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola sumber daya ini secara aman sehingga dapat memberikan dampak dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pengetahuan dan teknologi diperlukan agar pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara lebih terarah.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Roy Andreas mengatakan informasi mengenai pengelolaan tambang perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat.
Ia menilai penataan kawasan menjadi salah satu bagian penting agar kegiatan pertambangan dapat berlangsung dengan lebih aman dan berkelanjutan.
“Informasi seperti ini harus sampai kepada masyarakat. Penataan kawasan menjadi salah satu jalan agar kegiatan pertambangan dapat berlangsung lebih aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Roy.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Unsoed Kembangkan Kajian Pertambangan
Kepala Pusat Studi Mineral, Energi, dan Teknologi Pertambangan LPPM Unsoed Mochamad Aziz mengatakan Unsoed terus memperluas kajian di bidang mineral, energi, dan teknologi pertambangan.
“Unsoed tidak hanya ingin mengembangkan kearifan lokal, tetapi juga terus mengembangkan studi di bidang mineral, energi, dan teknologi pertambangan,” ujarnya.
Kajian tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung pengelolaan pertambangan.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Seminar menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.
Senior Manager Eksplorasi Unit Geomin PT ANTAM (Persero) Tbk. Elwin Elbur membahas eksplorasi dan prospek sumber daya emas serta pengelolaan lingkungan tambang.
Deni Suseno dari Koperasi Hargo Makmur Mineral Indonesia menyampaikan materi mengenai proses perizinan dan dokumen pengajuan usulan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Selanjutnya, Prof. Ir. Siti Khodijah Chaerun membahas teknologi biometalurgi untuk pengolahan emas sekaligus pengelolaan lingkungan tambang rakyat.
Sementara Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono membahas aspek perencanaan bisnis, modal kerja, dan manajemen keuangan tambang emas rakyat.
Baca juga: 5 Cafe Kekinian yang Ramai di Purwokerto, Cocok untuk Nongkrong dan Ngopi
Melalui kegiatan tersebut, Unsoed mendorong pengelolaan tambang emas rakyat dilakukan secara lebih tertata dengan menggabungkan aspek teknologi, perizinan, lingkungan, dan pengelolaan usaha agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.