ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Dugaan sementara penyebab ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengarah pada waktu konsumsi yang melewati batas ketentuan.
Makanan dari SPPG Sidasari 1 dikirim ke sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, informasi yang diterima pengelola menyebut makanan baru dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.
Kondisi tersebut kini menjadi salah satu fokus penelusuran dalam kasus yang membuat ratusan siswa mengalami mual, pusing hingga diare.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo mengatakan, dugaan keterlambatan waktu konsumsi belum bisa disebut sebagai penyebab pasti. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kalau dugaan sementara itu masih kita menunggu hasil uji lab. Tapi untuk penelusuran sementara itu kemarin mungkin ada indikasi kelebihan batas waktu jam konsumsi,” ujar Yuda, Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Gigi Anak Mulai Goyang, Jangan Panik! Ini Usia Normal Gigi Susu Tanggal
Selisih Waktu Konsumsi Jadi Sorotan
Menurut Yuda, berdasarkan berita acara dan surat jalan, makanan dikirim dari SPPG Sidasari 1 pada pukul 10.00 WIB.
Dengan ketentuan maksimal dua jam setelah pengiriman, makanan seharusnya sudah selesai dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WIB.
“Menurut surat jalan, itu dikirimnya jam 10 pagi, aturan jam 12 harusnya selesai, tapi informasinya baru dikonsumsi jam 12 lebih,” jelasnya.
Namun, pihak SPPG belum menyimpulkan bahwa keterlambatan konsumsi merupakan penyebab siswa mengalami keluhan. Pemeriksaan sampel makanan masih dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian.
Baca juga: BAM DPR RI Soroti Risiko Bencana di Kebumen, Warga Diminta Tak Hanya Siaga Saat Darurat
361 Siswa terdampak
Kasus tersebut berdampak pada 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang. Mereka berasal dari tiga jenjang kelas, yakni 108 siswa kelas 10, 125 siswa kelas 11 dan 128 siswa kelas 12.
Keluhan yang dialami siswa di antaranya mual, pusing dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.
Petugas puskesmas kemudian melakukan penanganan di sekolah. Sebanyak 70 siswa mendapatkan obat di lokasi.
Sementara itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang dan enam siswa dirawat inap.
Baca juga: Pemkab Pemalang Evaluasi Kepala Sekolah Terkait Kasus Perundungan, Satgas Bullying Disiapkan
Sebanyak 19 siswa lainnya dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sampai saat ini, penyebab pasti kejadian belum dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih menjadi penentu untuk mengungkap apakah waktu konsumsi yang melewati batas berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan pada para siswa. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.