ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membahas pengembangan camilan fungsional yang dapat mendukung pengelolaan berat badan dalam forum industri pangan berskala Asia, Food Ingredients (FI) Asia 2026, di Jakarta.
Pembahasan tersebut disampaikan Dosen Program Studi Teknologi Pangan Unsoed, Achmad Wildan, S.Pi., M.Si., saat menjadi pembicara dalam interactive talkshow di panggung Snack Bar yang diselenggarakan Inaviga Indonesia.
Camilan Tak Hanya Soal Rasa
Dalam sesi bertajuk “Functional Snacking”, Wildan membawakan materi “Food Design for Satiety and Weight Management”.
Ia menjelaskan konsep perancangan camilan yang tidak hanya mempertimbangkan cita rasa, tetapi juga kemampuan produk dalam memberikan rasa kenyang serta mendukung pengelolaan berat badan.
Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Menurut Wildan, kebutuhan konsumen terhadap camilan sehat dan fungsional menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan industri pangan. Produk dengan kandungan serat juga menjadi salah satu bagian dari tren tersebut.
Pengembangan produk, kata dia, perlu dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan komposisi bahan, karakteristik produk, hingga respons konsumen.
Food Design Hubungkan Riset dan Industri
Wildan mengatakan pendekatan food design dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kebutuhan konsumen dengan inovasi yang dikembangkan industri pangan.
“Pendekatan berbasis food design dapat menjadi salah satu strategi untuk menjembatani kebutuhan konsumen dengan inovasi industri pangan,” ujar Wildan.
Baca juga: Telinga Terasa Kotor Langsung Dikorek? Hati - hati, Cutton Bud Bisa Bikin Masalah
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri agar hasil penelitian serta pengembangan teknologi pangan dapat diterapkan dalam produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi penting agar hasil kajian dan pengembangan teknologi pangan dapat diterapkan dalam produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.
Hadirkan Akademisi dan Pelaku Industri
Dalam sesi tersebut, Wildan berbagi panggung dengan Maria Dewi P. T. Gunawan Puteri dari Swiss German University, Yonathan Susilo dari Lautan Natural Krimerindo, dan Polye Zhong dari New Trend.
Pada hari kedua penyelenggaraan, Snack Bar menghadirkan delapan pembicara dari kalangan akademisi dan industri. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya IPB University, Universitas Bakrie, Swiss German University, dan International University Liaison Indonesia (IULI).
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Dari kalangan industri, hadir perwakilan Lautan Natural Krimerindo, Robert Asia Pte Ltd, dan Crocklan Oils Sdn Bhd.
Selama tiga hari pelaksanaan FI Asia 2026, panggung Snack Bar menghadirkan sekitar 15 topik yang membahas berbagai perkembangan dan peluang inovasi produk pangan.
Ruang Bertukar Gagasan
Interactive talkshow tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi dan mahasiswa, praktisi industri, exhibitor, hingga masyarakat umum.
Format interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai perkembangan produk pangan sehat dan fungsional.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Keterlibatan dosen Unsoed dalam FI Asia 2026 menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi pangan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.