Sering Begadang? Tubuh Bisa 'Menagih' Utang Tidur dengan Cara Ini

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — “Sebentar lagi tidur.” Kalimat sederhana itu sering berujung pada begadang hingga tengah malam. Awalnya hanya menonton video, bermain media sosial, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar mengobrol. Tanpa terasa, waktu tidur pun semakin mundur.

Sesekali tidur larut mungkin tidak langsung membuat tubuh bermasalah. Namun jika begadang menjadi kebiasaan, tubuh bisa kehilangan waktu penting untuk melakukan berbagai proses pemulihan.

Dampaknya bukan hanya mengantuk pada pagi hari. Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk dapat berkaitan dengan gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati hingga meningkatnya risiko sejumlah masalah kesehatan.

Bangun Pagi, Tapi Otak Belum 'Siap'

Pernah merasa sudah bangun tetapi pikiran masih terasa berat?

Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Kurang tidur dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, lebih lambat merespons, dan mengalami gangguan dalam mengingat informasi. Aktivitas sederhana pun bisa terasa lebih melelahkan karena tubuh belum memperoleh waktu istirahat yang cukup.

Bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja, kondisi ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan belajar dan produktivitas.

Bikin Nafsu Makan Berubah

Masalah lain yang sering tidak disadari adalah perubahan pola makan.

Kurang tidur dapat memengaruhi mekanisme tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah lapar atau terdorong mencari makanan dan camilan, terutama pada malam hari.

Baca juga: Telinga Terasa Kotor Langsung Dikorek? Hati - hati, Cutton Bud Bisa Bikin Masalah

Jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, ditambah kurang aktivitas fisik, berat badan dapat lebih sulit dikendalikan.

Imunitas dan Mood Bisa Ikut Terdampak

Tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh. Ketika waktu tidur terus dipangkas, fungsi tubuh yang berkaitan dengan sistem kekebalan dapat ikut terpengaruh.

Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, sensitif, atau mengalami perubahan suasana hati.

Jadi, jangan heran jika setelah beberapa malam tidur larut, tubuh terasa lebih lemas dan emosi lebih mudah naik turun.

Baca juga: Harus Bergadang? Ini Tips Aman Buatmu yang Harus Melek Tengah Malam

Kebiasaan tidur yang tidak cukup dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, begadang bukan satu-satunya penyebab. Risiko penyakit juga dipengaruhi berbagai faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, usia, kondisi kesehatan, dan gaya hidup.

Berapa Jam Sebaiknya Tidur?

Untuk orang dewasa, kebutuhan tidur umumnya sekitar 7–9 jam setiap malam.

Karena itu, memperbaiki kebiasaan tidur tidak harus menunggu tubuh benar-benar kelelahan. Mulailah dengan membuat jadwal tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi paparan layar menjelang tidur, serta membatasi konsumsi kafein pada sore atau malam hari.

Baca juga: Jangan Sepelekan! Merokok Sambil Berkendara Bisa Bikin Celaka

Sebab, tubuh mungkin bisa diajak begadang sesekali. Tetapi jika terus dipaksa, “tagihan” kurang tidur bisa muncul dalam bentuk tubuh yang lebih mudah lelah dan kesehatan yang ikut terganggu. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: