ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Ada orang yang tiba-tiba merasa tidak enak badan setelah dipuji. Ada pula yang mengaitkan perubahan kondisi anak, rezeki, atau kehidupannya dengan tatapan orang lain.
Di tengah masyarakat, kondisi tersebut kadang disebut terkena ‘ain. Istilah ini menarik perhatian karena seolah menggambarkan adanya pengaruh dari pandangan mata seseorang terhadap orang lain.
Lantas, apakah ‘ain benar-benar nyata?
Bukan Sekadar Cerita
Dalam ajaran Islam, ‘ain bukan sekadar cerita yang berkembang di masyarakat. Keberadaannya disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Bukan Cuma Soal Banyak Uang, Rasa Syukur Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Salah satu hadis yang menjadi rujukan menyebutkan bahwa ‘ain itu benar. Karena itu, umat Islam mengenal konsep ‘ain sebagai salah satu bentuk gangguan yang dapat terjadi dengan izin Allah.
‘Ain umumnya dikaitkan dengan pandangan seseorang yang disertai rasa iri, dengki, atau kekaguman terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain.
Namun, hal yang menarik, seseorang tidak harus memiliki niat jahat untuk dikaitkan dengan ‘ain dalam pemahaman keagamaan.
Bisa Berawal dari Kekaguman
Misalnya, seseorang melihat anak yang sehat dan lucu, rumah yang bagus, keberhasilan seseorang, atau sesuatu yang membuatnya kagum.
Baca juga: Satanik, Benarkah Selalu Berkaitan dengan Pemujaan Setan?
Dalam tradisi Islam, ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, seseorang dianjurkan mendoakan keberkahan dan mengingat Allah.
Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kehati-hatian agar pujian atau kekaguman tidak menjadi sesuatu yang buruk bagi orang yang dipuji.
Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Di sinilah pembahasan ‘ain menjadi berbeda antara ranah keagamaan dan sains.
Dalam Islam, ‘ain diterima sebagai bagian dari keyakinan berdasarkan sumber-sumber agama. Namun, ilmu kedokteran modern belum menemukan bukti empiris yang membuktikan adanya mekanisme biologis ketika tatapan seseorang secara langsung menyebabkan penyakit pada orang lain.
Baca juga: Kejar Mimpi FEST 2026, CIMB Niaga Ajak Anak Muda Berani Mencari Jalan Menuju Mimpi
Karena itu, sakit kepala, demam, lemas, sulit tidur, atau gangguan kesehatan lainnya tidak bisa otomatis disimpulkan sebagai tanda seseorang terkena ‘ain.
Ada banyak kemungkinan penyebab medis yang perlu diperiksa.
Umat Islam dapat melakukan ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa dan dzikir serta membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang dikenal sebagai bacaan perlindungan.
Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, misalnya, banyak diamalkan sebagai bagian dari perlindungan diri.
Namun, keyakinan terhadap ‘ain tidak seharusnya membuat seseorang hidup dalam ketakutan atau mencurigai setiap orang yang memberikan pujian. (*)
Baca juga: Mengapa Powerbank Tidak Boleh Digunakan di Pesawat? Ini Alasan Keselamatannya
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.