ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 hingga 19 September 2026. Kesembilan korban yang telah teridentifikasi tersebut seluruhnya sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Berdasarkan data operasi DVI per 19 September 2026, sebanyak 117 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Mereka terdiri atas 108 korban selamat dan sembilan korban meninggal dunia.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses identifikasi dilakukan melalui tahapan DVI dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem.
“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga,” ujar Trunoyudo.
Sembilan korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi yakni Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, Imam Soeparno, 66 tahun, dan Denny Ridzal Saputra, 30 tahun, yang seluruhnya berasal dari Jawa Timur.
Baca juga: Riset Roket hingga Drone Dunia Berkumpul di Yogyakarta, Ada Kompetisi Mahasiswa dari 26 Negara
Kemudian Erik Maousul Latip, 37 tahun, dan Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, dari Jawa Barat. Sementara tiga korban lainnya berasal dari Kalimantan Selatan, yakni Muhammad Abdianoor, 30 tahun, Surya, 59 tahun, dan Yuli, 29 tahun.
Selain sembilan korban meninggal dunia tersebut, sebanyak 108 korban yang ditemukan dalam kondisi hidup telah dipulangkan. Hingga 19 September 2026, tidak ada korban selamat yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
153 Data Ante Mortem Dikumpulkan
Untuk mempercepat proses identifikasi, tim DVI juga terus mengumpulkan data ante mortem atau AM dari keluarga korban. Data tersebut meliputi informasi mengenai identitas korban serta berbagai data pembanding yang dibutuhkan dalam proses pencocokan dengan data post mortem.
Hingga 19 September 2026, sebanyak 153 data ante mortem telah dikumpulkan dari keluarga korban. Data tersebut terdiri atas 74 AM dari Kalimantan Selatan, 63 AM dari Jawa Timur, 13 AM dari Jawa Barat, dua AM dari Jawa Tengah, serta satu AM dari Sulawesi Selatan.
Baca juga: Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, Rumah dan Sekolah Rusak
Namun, dari 153 data tersebut terdapat 18 data yang terduplikasi. Setelah data ganda dikeluarkan, jumlah data AM menjadi 135. Dari jumlah tersebut, sembilan data telah direkonsiliasi, sedangkan 126 data lainnya masih dalam proses dan belum direkonsiliasi.
Polri mengerahkan 140 personel DVI untuk mendukung proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 66 personel berasal dari Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, 56 personel dari Tim DVI Polda Jawa Timur, dan 18 personel dari Pusdokkes Polri. Tim tersebut terdiri dari dokter dan dokter gigi spesialis, dokter umum, dokter gigi umum, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta personel pendukung.
Trunoyudo menegaskan bahwa data dari keluarga memiliki peran penting dalam proses rekonsiliasi dan penentuan identitas korban.
“Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga,” katanya.
Dengan demikian, dari 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 117 orang telah ditemukan. Rinciannya terdiri dari 108 korban hidup dan sembilan korban meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga: Pemerintah Tambah 74 Ribu Ton Beras SPHP
Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR masih melanjutkan operasi pencarian. Di sisi lain, tim DVI dan jajaran Dokkes Polri terus melakukan proses identifikasi serta memberikan pelayanan dan pendampingan kepada keluarga korban. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.