ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Festival Pasar Rakyat perdana di Pasar Sokaraja, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, berlangsung meriah pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang digelar untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional tersebut langsung mendapat respons positif dari para pedagang. Sejumlah pedagang yang berjualan di tenda-tenda bagian depan pasar, mengaku merasakan peningkatan omzet sejak pagi. Ramainya pengunjung membuat dagangan mereka lebih cepat terjual dibandingkan hari-hari biasa.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang membuka langsung Festival Pasar Rakyat Sokaraja, mengapresiasi langkah Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas dalam meramaikan pasar tradisional. Bupati berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara perdana, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pedagang pasar tradisional yang merasakan manfaatnya.
“Saya mengapresiasi DKUKMP Banyumas yang telah menggelar acara ini, termasuk juga kepada pihak pendukung seperti Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Baznas, serta Bank Jateng. Dalam kondisi sekarang ini, support dari pemangku kebijakan kepada para pedagang sangat berarti bagi mereka,” tuturnya.
Usai membuka festival, Bupati Sadewo juga berkeliling Pasar Sokaraja untuk melihat secara langsung kondisi pasar yang baru saja selesai direvitalisasi.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Gali Kreativitas Pedagang
Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE mengatakan, Festival Pasar Rakyat Sokaraja merupakan kegiatan perdana yang digelar. Menurutnya, acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keramaian pasar, tetapi juga menjadi sarana untuk menggali kreativitas survival para pedagang di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Ini acara dari pedagang, oleh pedagang dan untuk pedagang, selain itu juga merupakan program Trilas ke-4 Pak Bupati, yaitu tentang pengembangan sentra usaha,” terangnya.
Gatot menjelaskan, Festival Pasar Rakyat Sokaraja berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20 September 2026). Selama kegiatan berlangsung, DKUKMP juga melakukan survei kepada para pedagang untuk mengetahui secara langsung dampak Festival Pasar Rakyat terhadap aktivitas usaha mereka.
Jika hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pedagang, Festival Pasar Rakyat nantinya akan dikembangkan menjadi agenda tahunan yang digelar secara bergilir di sejumlah pasar tradisional di Banyumas.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Festival ini sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendorong kemampuan bertahan atau survival para pedagang di tengah kondisi ekonomi saat ini. Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia (BI) Purwokerto juga memberikan edukasi kepada para pedagang.
“Ada edukasi, ada pertunjukan lengger dan besok hari Minggu, akan digelar jalan sehat serta pementasan orgen tunggal. Intinya kita ingin meramaikan pasar dan membuat pembeli merasa nyaman berbelanja di pasar tradisional,” ungkap Gatot.
Pedagang Alami Peningkatan Omset
Dampak Festival Pasar Rakyat juga dirasakan langsung oleh para pedagang. Salah satunya Iin, pedagang Pasar Sokaraja yang menjual berbagai macam jajanan. Ia mengaku sejak pagi dagangannya sudah ramai dibeli pengunjung. Bahkan, sebelum memasuki siang hari, uang hasil penjualannya telah mencapai lebih dari Rp100 ribu.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
“Saya jualan aneka jajanan, sejak pagi sudah ramai, belum sampai siang hari, sudah dapat uang lebih dari Rp100 ribu. Apalagi besok ada jalan sehat, pasti tambah ramai orang yang datang ke pasar,” ucapnya.
Ramainya pengunjung selama festival menjadi angin segar bagi pedagang Pasar Sokaraja. Selain memberikan tambahan omzet, kegiatan tersebut juga membuat suasana pasar menjadi lebih hidup dan menarik bagi masyarakat untuk berbelanja.
Pasar Sokaraja kini memiliki kondisi yang lebih representatif setelah selesai direvitalisasi. Pasar tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk aula dan area parkir kendaraan yang cukup luas. Pasar Sokaraja sendiri menjadi salah satu pasar tradisional dengan jumlah pedagang yang cukup banyak. Tercatat ada sekitar 700 pedagang yang menjalankan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Revitalisasi Pasar Sokaraja juga menjadi bagian dari Program Trilas Bupati Sadewo, khususnya pada poin ke-7, yakni revitalisasi pasar tradisional agar menjadi tempat perdagangan yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Dengan digelarnya Festival Pasar Rakyat, diharapkan pasar tradisional tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih baik, tetapi juga semakin ramai dikunjungi dan mampu memberikan ruang bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.