ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Generasi milenial kerap disebut sebagai kelompok yang terlihat lebih muda dibandingkan usia sebenarnya. Tak sedikit orang yang terkejut ketika mengetahui seseorang yang masih tampak seperti usia 20-an ternyata sudah memasuki usia 30-an atau bahkan 40-an.
Fenomena tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang lebih awet muda. Namun, apakah anggapan itu benar secara ilmiah atau hanya sekadar persepsi?
Bukan Berarti Penuaan Berhenti
Pada dasarnya, proses penuaan tetap terjadi pada setiap orang. Perubahan pada kulit, berkurangnya massa otot, perubahan metabolisme, hingga munculnya rambut beruban merupakan bagian alami dari pertambahan usia.
Jika sebagian milenial terlihat lebih muda, hal itu tidak serta-merta berarti mereka mengalami proses biologis yang lebih lambat. Penampilan seseorang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, pola tidur, aktivitas fisik, pola makan, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan merawat kulit.
Baca juga: Bukan Cuma Soal Banyak Uang, Rasa Syukur Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Gaya hidup juga dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap penampilan. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur, stres berkepanjangan, serta paparan sinar ultraviolet tanpa perlindungan dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.
Sebaliknya, tidur cukup, rutin bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan, tidak merokok dan menggunakan perlindungan dari sinar matahari dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan kulit.
Faktor Genetik Ikut Berperan
Penampilan awet muda juga tidak bisa dilepaskan dari faktor genetik. Ada orang yang secara alami memiliki karakteristik kulit dan struktur wajah yang membuat tanda penuaan terlihat lebih lambat.
Selain itu, persepsi terhadap usia juga dapat dipengaruhi gaya berpakaian, model rambut, penggunaan produk perawatan kulit, hingga perkembangan teknologi perawatan kecantikan yang semakin mudah diakses.
Baca juga: Satanik, Benarkah Selalu Berkaitan dengan Pemujaan Setan?
Karena itu, anggapan bahwa seluruh generasi milenial lebih awet muda belum dapat dianggap sebagai fakta. Perbedaan penampilan lebih tepat dilihat sebagai hasil interaksi antara faktor biologis, lingkungan, kebiasaan hidup dan perawatan diri.
Mengapa Milenial Sering Terlihat Lebih Muda?
Salah satu alasan munculnya anggapan tersebut adalah perubahan gaya hidup dan cara seseorang menampilkan dirinya. Generasi milenial tumbuh ketika informasi mengenai kesehatan, kebugaran dan perawatan kulit semakin mudah diperoleh.
Kesadaran menggunakan tabir surya, menjaga pola makan, berolahraga dan merawat kulit juga semakin populer di berbagai kalangan.
Meski demikian, kebiasaan tersebut bukanlah ciri khusus milenial. Generasi lain pun dapat menerapkan pola hidup yang sama dan mendapatkan manfaat serupa.
Baca juga: Kejar Mimpi FEST 2026, CIMB Niaga Ajak Anak Muda Berani Mencari Jalan Menuju Mimpi
Jadi, milenial terlihat lebih awet muda lebih tepat disebut sebagai fenomena yang dipengaruhi berbagai faktor, bukan fakta bahwa generasi tersebut secara biologis mengalami penuaan lebih lambat.
Pada akhirnya, usia di kartu identitas tidak selalu sama dengan kesan usia seseorang. Namun, menjaga kesehatan tubuh, tidur cukup, aktif bergerak, mengelola stres dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari tetap menjadi langkah penting untuk menjaga penampilan sekaligus kesehatan seiring bertambahnya usia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.