Tak Perlu Tunggu Panen, Petani Jateng Dapat Gaji Selama Masa Tanam

Daerah Ekonomi
By Hervina  —  On Sep 17, 2026
Caption Foto : PT JTAB melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (17/9) ( Foto : Dok. Diskomdigi Jateng )

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Skema baru bagi petani dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB). Lewat program JTAB Petani Gajian, petani tidak hanya mendapat bantuan modal, tetapi juga menerima penghasilan selama masa tanam hingga panen.

Program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang kerap dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal, ketidakpastian harga hingga kesulitan mencari pembeli ketika panen tiba.

Direktur Utama PT JTAB Totok Agus Siswanto mengatakan, hingga September 2026 sudah sekitar 80 petani dengan luas lahan lebih dari 200 hektare yang mengikuti program tersebut.

“Melalui Program JTAB Petani Gajian ini, kita memberikan kepastian hasil kepada petani, bantuan modal, pengaturan komoditas yang ditanam, lalu kami kasih penghasilan (gaji) sesuai UMK per hektare, dan kemudian kami sebagai off taker (pembeli) hasil panen,” kata Totok seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Kamis (17/9/2026).

Modal Disiapkan, Panen Ditampung

Baca juga: Pemerintah Tambah 74 Ribu Ton Beras SPHP

Peserta program berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Klaten, Semarang dan wilayah lainnya. Komoditas yang dikembangkan meliputi padi, bawang merah dan jagung.

Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi petani yang memiliki lahan sendiri. Petani penggarap juga dapat mengikuti skema tersebut.

JTAB menyiapkan modal untuk kebutuhan produksi. Sebagai bagian dari kesepakatan, hasil panen petani nantinya dijual kepada JTAB.

Harga pembelian mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah. Setelah hasil panen dijual, pendapatan tersebut digunakan untuk mengembalikan modal produksi serta memperhitungkan penghasilan yang telah diberikan kepada petani selama masa tanam.

Jika masih terdapat kelebihan hasil penjualan setelah dikurangi modal produksi dan penghasilan petani, sisa tersebut dikembalikan kepada petani.

Baca juga: Bupati Sadewo Dorong UMKM Banyumas Naik Kelas Lewat Inkubasi Bisnis

Untuk mendukung skema pembiayaan, JTAB menggandeng PT BPR BKK. Jamkrida dilibatkan dalam kredit petani, sedangkan Jasindo memberikan perlindungan melalui asuransi gagal panen.

Caption : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berbincang dengan Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto

Target 1.000 Petani

JTAB menargetkan program Petani Gajian dapat diperluas hingga menjangkau sekitar 1.000 petani.

Baca juga: Dishub Banyumas Berlakukan Parkir Gratis Alfamart Mulai Hari Ini

Totok berharap kepastian modal, penghasilan dan pasar tersebut dapat membuat profesi petani semakin menarik, termasuk bagi generasi muda.

“Harapan kami dengan adanya kejelasan dan masa depan yang bagus, nanti akan membuat petani-petani muda kita mau terjun ke sawah. Dari awal kita sudah ada kesepakatan harga beli hasil panen,” ujarnya.

Salah satu petani peserta, Ruswanto dari Sukoharjo, mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia tidak lagi harus mencari modal sendiri untuk membiayai seluruh proses produksi.

Mulai pengolahan lahan, penanaman, pemupukan hingga panen mendapat dukungan melalui program JTAB.

“Penjualan padi juga sudah ditampung oleh PT JTAB. Saya dukung dan semoga bisa diperluas dan ditambah jaringannya,” kata Ruswanto.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Sekda Jateng Sebut Tantangan Jaga Persatuan Semakin Besar

Luthfi Minta Program Diperluas

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik konsep JTAB Petani Gajian. Ia meminta program tersebut tidak berhenti pada puluhan petani yang saat ini sudah bergabung.

Luthfi meminta JTAB berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk memetakan daerah yang dapat menjadi sasaran perluasan program.

“Ini bagus. Harus diperluas. JTAB koordinasi lagi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang punya datanya, kabupaten mana yang bisa di-cover program ini,” ujar Luthfi.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sekitar 1,5 juta hektare lahan pertanian yang dapat menjadi potensi pengembangan program.

Baca juga: BSU Kembali Disalurkan, 13,3 Pekerja Akan Terima Rp300 Ribu per Bulan

Ia berharap semakin banyak petani dan lahan pertanian yang mendapat akses terhadap skema tersebut sehingga petani memiliki kepastian dalam menjalankan usaha taninya.

“Kalau bisa tercover semua maka akan aman karena ada kepastian untuk petani,” katanya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: