ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pernah memperhatikan wajah anak pertama lalu membandingkannya dengan ayah dan ibunya? Ada yang matanya persis sang ayah, senyumnya seperti ibu, atau bahkan seluruh wajahnya dianggap “copy paste” salah satu orang tua.
Di balik kebiasaan tersebut, ternyata ada mitos unik yang cukup sering menjadi bahan candaan pasangan. Konon, orang tua yang paling mirip dengan anak pertama disebut sebagai pihak yang lebih dulu jatuh cinta.
Benarkah demikian?
Tentu saja, anggapan tersebut bukan aturan biologis maupun fakta ilmiah. Kemiripan wajah anak lebih berkaitan dengan kombinasi gen yang diwariskan dari kedua orang tua.
Namun, mitos tersebut menarik karena seolah-olah wajah anak pertama bisa menjadi “petunjuk” kisah cinta kedua orang tuanya.
Baca juga: Bukan Cuma Soal Banyak Uang, Rasa Syukur Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Siapa yang Duluan Jatuh Cinta
Jika anak pertama memiliki wajah yang sangat mirip ayah, misalnya bentuk mata, hidung, atau garis wajahnya, keluarga biasanya akan langsung menghubungkannya dengan sang ayah.
Dari sinilah muncul gurauan bahwa ayah merupakan sosok yang lebih dulu jatuh cinta.
Sebaliknya, jika wajah anak pertama lebih menyerupai ibu, bukan tidak mungkin muncul godaan bahwa sang ibu yang lebih dahulu menaruh hati.
Padahal, tidak ada hubungan antara kemiripan fisik dengan urutan seseorang jatuh cinta.
Baca juga: Satanik, Benarkah Selalu Berkaitan dengan Pemujaan Setan?
Gen yang Menentukan, Bukan Kisah Cinta
Secara genetik, seorang anak memperoleh kombinasi materi genetik dari ayah dan ibunya. Karakter fisik tertentu dapat terlihat lebih dominan sehingga anak tampak lebih mirip salah satu orang tua.
Itulah sebabnya, dalam satu keluarga, anak pertama bisa sangat mirip ayah, sementara anak kedua justru memiliki wajah yang lebih menyerupai ibu.
Jadi, kemiripan tersebut tidak bisa digunakan untuk membuktikan siapa yang lebih dulu jatuh cinta.
Bahan Candaan yang Romantis
Baca juga: Kejar Mimpi FEST 2026, CIMB Niaga Ajak Anak Muda Berani Mencari Jalan Menuju Mimpi
Meski hanya mitos, anggapan ini justru bisa menjadi bumbu manis dalam hubungan pasangan.
Ketika seseorang mengatakan anaknya sangat mirip pasangan, percakapan bisa berubah menjadi nostalgia tentang masa ketika mereka pertama kali bertemu, saling tertarik, hingga akhirnya membangun keluarga.
Jadi, kalau wajah anak pertama ternyata lebih mirip ayah atau ibu, jangan buru-buru menganggapnya sebagai bukti siapa yang jatuh cinta duluan.
Bisa jadi, wajah itu hanyalah hasil perpaduan genetik. Tetapi untuk urusan siapa yang lebih dahulu jatuh cinta, biarkan pasangan itu sendiri yang menyimpan ceritanya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.