Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, BNPB Pastikan Abu Vulkanik Mulai Berkurang

Nasional
By Ariyani  —  On Sep 10, 2026
Caption Foto : Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto : Dok. BMKG).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, namun intensitasnya menunjukkan kecenderungan menurun. Kondisi tersebut membuat sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah terdampak juga mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat. Pemantauan dilakukan untuk memastikan potensi dampak erupsi dapat diantisipasi, termasuk terhadap lingkungan, aktivitas warga, dan infrastruktur pendukung mitigasi bencana.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, gunung api tersebut masih mengalami erupsi dengan skala kecil. Namun, aktivitas erupsi tidak dapat diamati secara visual karena bagian puncak gunung tertutup awan dan kabut.

“Erupsi berskala kecil terakhir tercatat pada 8 September 2026 sekitar pukul 17.56 WIB,” kata Berton.

Menurut Berton, arah angin menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi potensi penyebaran abu vulkanik. Saat ini angin bergerak menuju barat daya sehingga abu vulkanik diperkirakan lebih banyak terbawa menjauh dari kawasan permukiman dan mengarah ke Samudera Hindia.

Baca juga: Riset Roket hingga Drone Dunia Berkumpul di Yogyakarta, Ada Kompetisi Mahasiswa dari 26 Negara

Status Siaga

Dari perkembangan aktivitas gunung api sejak statusnya berada pada tingkat Siaga, kondisi Gunung Anak Krakatau secara umum memperlihatkan tren penurunan secara bertahap. Penurunan aktivitas tersebut juga diikuti dengan berkurangnya intensitas abu vulkanik yang terpantau di sebagian besar wilayah terdampak.

Kondisi ini membuat masyarakat di sejumlah wilayah secara umum mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring hingga 10 September 2026 sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi dampak erupsi.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait tetap melakukan pemantauan di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi lingkungan sekaligus memastikan apabila terjadi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau, respons terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan cepat.

Masyarakat juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mengabaikan arahan terkait keselamatan. Meskipun aktivitas erupsi menunjukkan tren penurunan, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat Gunung Anak Krakatau masih berada dalam status Siaga. (*)

Baca juga: Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, Rumah dan Sekolah Rusak

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: