ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Serpihan putih di bahu setelah menyisir rambut sering kali membuat seseorang merasa tidak percaya diri. Apalagi jika kulit kepala terasa gatal. Dari sinilah muncul berbagai anggapan, termasuk pertanyaan unik: apakah ketombe sebenarnya hewan yang hidup di kepala dan bisa menular?
Jawabannya sederhana: ketombe bukan hewan dan tidak menular.
Ketombe merupakan serpihan kulit mati yang terlepas dari kulit kepala. Dalam kondisi tertentu, pengelupasan tersebut dapat terjadi lebih banyak sehingga terlihat sebagai serpihan putih atau kekuningan pada rambut dan pakaian.
Salah satu faktor yang berperan adalah Malassezia, mikroorganisme yang secara alami terdapat pada kulit manusia. Pada sebagian orang, keberadaan mikroorganisme ini dapat berkaitan dengan munculnya ketombe ketika kondisi kulit kepala mendukung.
Perbedaan Ketombe dan Kutu Rambut
Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen
Kesalahpahaman mengenai ketombe sering muncul karena gejalanya sama-sama dapat disertai rasa gatal.
Padahal, ketombe dan kutu rambut merupakan dua hal berbeda.
Kutu rambut adalah parasit yang dapat berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya, terutama melalui kontak kepala secara langsung. Sementara itu, ketombe tidak berpindah dari orang lain.
Serpihan ketombe juga biasanya lebih mudah terlepas dari rambut. Berbeda dengan telur kutu atau nits yang dapat menempel kuat pada batang rambut.
Karena itu, seseorang tidak akan mengalami ketombe hanya karena duduk berdekatan, bersalaman, atau berbagi ruangan dengan orang yang memiliki ketombe.
Baca juga: Kemenkes Temukan 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan dari Skrining CKG
Kenapa Kotembe Bisa Muncul?
Munculnya ketombe dapat dipengaruhi berbagai kondisi. Kulit kepala yang terlalu berminyak, kulit kepala kering, iritasi terhadap produk rambut, hingga kondisi kulit tertentu dapat memicu atau memperburuk keluhan.
Kebiasaan menggaruk kepala juga sebaiknya dihindari. Selain tidak menyelesaikan penyebabnya, garukan yang terlalu keras dapat membuat kulit kepala mengalami iritasi atau luka.
Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala serta memilih produk perawatan yang sesuai dapat membantu mengendalikan ketombe.
Jika ketombe tidak kunjung membaik, muncul dalam jumlah banyak, atau disertai kemerahan, luka, dan gatal berat, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu memastikan penyebabnya.
Baca juga: Mata Hitam Bukan Hanya karena Kurang Tidur, Ini 7 Penyebab yang Perlu Diketahui
Jadi, tidak perlu khawatir melihat serpihan putih di rambut. Ketombe bukan hewan yang merayap di kepala dan bukan sesuatu yang bisa ditularkan kepada orang lain. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.