ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN - Kebakaran melanda kawasan hutan milik Perum Perhutani di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026). Sedikitnya 1,5 hektare lahan yang ditumbuhi pohon pinus terdampak kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi di Petak 158 A1 RPH Pagebangan, BKPH Karanganyar. Lokasi berada di kawasan perbatasan Dukuh Karangsempu, Desa Clapar, dengan Dukuh Kebunagung, Desa Gunungsari.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, api mulai diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas KRPH Pagebangan menjadi pihak pertama yang melihat adanya kebakaran tersebut.
"Api pertama kali diketahui oleh petugas KRPH Pagebangan," jelasnya, Minggu (6/9/2026).
Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bagian lahan lainnya. Informasi mengenai kebakaran kemudian diteruskan kepada Polsek Karanggayam oleh Sekretaris Desa Gunungsari, Purnomo.
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Pemadaman melibatkan kepolisian, TNI, Perhutani, BPBD Kabupaten Kebumen, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar.
Lokasi Sulit Dijangkau
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat. Petugas akhirnya menggunakan peralatan manual untuk membuat sekat dan menghentikan penjalaran api.
Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Personel yang terlibat antara lain Polsek Karanggayam, Pamapta dan Sat Samapta Polres Kebumen, KPH Kedu Selatan, BKPH Karanganyar, KRPH Pagebangan, Koramil 05/Karanggayam, BPBD Kebumen, perangkat Desa Clapar dan Gunungsari, serta warga.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Dari hasil pendataan sementara, sekitar satu hektare lahan terbakar berada di wilayah Desa Clapar. Sementara 0,5 hektare lainnya berada di wilayah Desa Gunungsari.
Meski api membakar kawasan hutan pinus, kebakaran tidak sampai mengancam permukiman. Jarak lokasi dengan rumah warga cukup jauh sehingga tidak ada warga yang harus dievakuasi.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut," ujar AKBP Putu.
Polisi menduga kebakaran berkaitan dengan kondisi kemarau panjang. Vegetasi yang mengering membuat kawasan hutan lebih mudah terbakar, terlebih ketika angin bertiup kencang.
Kapolres Kebumen pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah ataupun membuka lahan dengan cara membakar.
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika berada di kawasan dengan vegetasi kering dan diterpa angin. Kondisi tersebut membuat kebakaran sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.