33 Permainan Tradisional Meriahkan Milad ke-112 Al Irsyad Purwokerto

Siswa Diajak Jauh dari Gadget
Caption Foto : Para siswa antusias mengikuti berbagai permainan tradisional tanpa alat di Festival Permainan Tradisional 2026 yang digelar Al Irsyad Purwokerto, Minggu (6/9/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Minggu (6/9/2026). Di tengah kebiasaan anak-anak yang semakin akrab dengan gadget, puluhan permainan tradisional justru kembali dihidupkan dalam Festival Permainan Tradisional 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Sebanyak 33 jenis permainan tradisional disiapkan untuk mengajak siswa merasakan kembali keseruan bermain secara langsung, tanpa bergantung pada perangkat elektronik.

Menariknya, seluruh permainan yang disajikan merupakan permainan tanpa alat. Konsep tersebut sengaja dipilih agar permainan dapat dilakukan dengan mudah kapan saja dan di mana saja tanpa membutuhkan sarana khusus.

Ketua Panitia Edu Expo Milad ke-112 Al Irsyad Purwokerto, Imalia Din Indriasih mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan alternatif aktivitas bagi anak-anak di tengah tingginya penggunaan gadget.

“Semangat yang kami usung adalah membuat siswa-siswi maupun keluarga besar Al Irsyad tidak bergantung pada gadget. Ini bisa menjadi alternatif permainan yang menyenangkan buat anak-anak ketika istirahat sekolah,” jelas Imalia.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Festival ini juga dirancang agar seluruh siswa dari berbagai jenjang ikut terlibat. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi diwajibkan mencoba langsung permainan yang tersedia di berbagai stan.

Koordinator Festival Permainan Tradisional, Basuki Dwi Sulistyo, menjelaskan setiap siswa mendapatkan kartu kendali yang digunakan untuk mencatat permainan yang telah mereka selesaikan.

“Setiap siswa wajib mengunjungi stan permainan tradisional. Mereka dibagikan kartu kendali, dan apabila sudah menyelesaikan seluruh tantangan, akan mendapatkan reward makanan ringan dan alat tulis dari panitia,” tuturnya.

Beragam permainan tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia pun diperkenalkan kepada para siswa. Mulai dari gobak sodor, dingklik oglak-aglik, meong-meongan, hingga permainan tradisional lainnya.

Kemeriahan terlihat hampir di seluruh area festival. Para siswa tampak antusias berpindah dari satu permainan ke permainan lainnya. Aktivitas tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal permainan yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak Indonesia.

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Caption : Caption Foto : Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri (tengah) menyaksikan para siswa yang tengah mencoba berbagai permainan tradisional di Festival Permainan Tradisonal 2026. (Foto : Hermiana E.Effendi).

Dorong Pelestarian Budaya

Festival Permainan Tradisional 2026 mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, yang hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap perkembangan anak, khususnya dalam membangun karakter, meningkatkan aktivitas fisik, sekaligus mengenalkan kembali budaya lokal dan nasional.

“Ini hal yang luar biasa. Anak-anak sekarang terbiasa pakai gadget dan kurang bergerak. Al Irsyad membuktikan kepekaannya terhadap akar budaya, mendidik anak tidak hanya pintar, tapi juga mengerti latar belakang budayanya,” ucapnya.

Ia berharap permainan tradisional tidak hanya muncul dalam kegiatan festival. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan siswa ketika jam istirahat sekolah.

Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare

Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari agenda peringatan milad, tetapi juga dapat kembali menjadi aktivitas sehari-hari yang memberikan ruang bagi anak untuk bergerak, bersosialisasi, bekerja sama, dan bersenang-senang tanpa gadget.

Dindik Kabupaten Banyumas juga membuka peluang agar konsep festival tersebut dapat diterapkan di sekolah lain. Widodo mengatakan pihaknya berencana menyampaikan konsep kegiatan tersebut sehingga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banyumas.

Festival Permainan Tradisional 2026 akhirnya bukan hanya menghadirkan nostalgia permainan masa lalu. Kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa di tengah perkembangan teknologi, permainan sederhana tetap memiliki tempat penting dalam tumbuh kembang anak sekaligus menjadi sarana untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: