Warga Terdampak Asap TPA Putri Cempo Keluhkan Sesak Napas

Pemprov Jateng Kerahkan Dokter Spesialis
Daerah
By Hervina  —  On Sep 05, 2026
Caption Foto : Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melihat langsung penanganan medis di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Sabtu(5/9/2026). (Foto : Dok. Diskomdigi Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SURAKARTA — Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan setelah terpapar asap kebakaran.

Keluhan yang muncul antara lain sesak napas, batuk, pilek hingga radang tenggorokan. Kondisi tersebut membuat Pemprov Jateng mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.

Pelayanan kesehatan digelar di wilayah Kelurahan Mojosongo pada Sabtu, (5/9/2026). Tim medis memberikan perhatian khusus terhadap warga yang mengalami gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan.

Selain dokter spesialis paru, pemeriksaan juga mencakup keluhan pada mata serta telinga, hidung, dan tenggorokan atau THT.

Dokter Spesialis Paru RSUD dr Moewardi Surakarta, Hartanto mengatakan, sejumlah warga telah datang untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka.

Baca juga: Dishub Banyumas Berlakukan Parkir Gratis Alfamart Mulai Hari Ini

"Tadi ada beberapa yang konsultasi, mulai radang tenggorokan, batuk, dan sesak napas," ujar Hartanto di lokasi pelayanan.

Ia menjelaskan, warga yang mengalami keluhan ringan dapat langsung memperoleh pengobatan dari tenaga medis di lokasi. Sedangkan pasien dengan kondisi yang lebih berat akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lanjutan.

Tim medis juga memberikan edukasi kepada warga mengenai upaya mengurangi paparan asap di dalam rumah selama kebakaran masih berlangsung.

Masyarakat diimbau memperhatikan sirkulasi udara dan membatasi masuknya asap maupun debu ke dalam rumah. Penggunaan air purifier dapat dilakukan untuk membantu menyaring udara. Jika tidak tersedia, warga disarankan menutup jendela ketika kondisi udara di luar rumah dipenuhi asap.

"Solusi kedua ketika keluar rumah maupun di dalam rumah juga memakai masker medis," jelas Hartanto.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Sekda Jateng Sebut Tantangan Jaga Persatuan Semakin Besar

Warga Mulai Rasakan Dampak Asap

Salah seorang warga Mojosongo, Fitri, mengatakan gangguan kesehatan mulai dirasakan masyarakat sejak hari kedua kebakaran. Menurutnya, keluhan sesak napas cukup banyak dialami warga lanjut usia maupun masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Ia sendiri mengalami batuk dan pilek, sedangkan anaknya yang masih balita juga mengalami keluhan serupa.

Fitri menyambut baik kehadiran tim dokter spesialis yang memberikan pelayanan gratis di tengah kondisi kebakaran TPA Putri Cempo yang belum sepenuhnya padam.

Menurut dia, pemeriksaan langsung oleh tenaga medis sangat membantu warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus mendapatkan pengobatan apabila diperlukan.

Keluhan kesehatan juga dirasakan warga lainnya, Sunarni. Ia menyebut sesak napas menjadi salah satu gangguan yang mulai dialami masyarakat, terutama kelompok lansia dan warga yang memiliki masalah pada sistem pernapasan.

Baca juga: Kebakaran TPA Jatibarang Meluas, Pemprov Jateng Kerahkan Tim Gabungan

Sunarni berharap persoalan pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo dapat dibenahi sehingga kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

"Harapannya mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melihat langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat di sekitar lokasi. Saat mengecek layanan Speling, Luthfi meminta dokter dari RSUD dr Moewardi Surakarta memberikan perhatian khusus terhadap kondisi paru-paru dan saluran pernapasan warga.

"Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik," kata Ahmad Luthfi kepada petugas medis.

Luthfi menegaskan bahwa perlindungan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Pemprov Jateng tidak hanya mengerahkan tim Speling dari RSUD dr Moewardi, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan dari RSJD Arief Zainuddin Surakarta. Petugas kesehatan disiagakan di sekitar kawasan TPA selama 24 jam untuk mengantisipasi warga yang membutuhkan penanganan medis.

Baca juga: Banyumas Catat 416 Pendonor Raih Penghargaan, Terbanyak di Jawa Tengah

"Kami tidak ingin implikasi daripada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," ujar Luthfi.

Selain memastikan layanan kesehatan, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap kondisi udara di sekitar TPA. Kementerian Lingkungan Hidup telah mengerahkan kendaraan untuk melakukan pengecekan kualitas udara sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: