ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Perjalanan Bus Trans Banyumas memasuki babak baru. Setelah hampir lima tahun menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat, layanan bus Buy The Service (BTS) tersebut untuk sementara berhenti beroperasi sejak Minggu, (30/8/2026).
Penghentian ini bukan karena Trans Banyumas sepi penumpang. Justru, layanan tersebut telah berkembang menjadi salah satu moda transportasi massal yang cukup diandalkan masyarakat Banyumas.
Trans Banyumas pertama kali beroperasi pada 5 Desember 2021 melalui program BTS Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Saat pertama diluncurkan, layanan ini hadir sebagai angkutan umum modern dengan tujuan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Pada masa awal operasional, masyarakat bahkan bisa menggunakan Trans Banyumas secara gratis. Layanan ketika itu dibuka dengan tiga koridor, meski pengoperasian koridor tidak seluruhnya dimulai pada waktu yang sama.
Koridor 3 Terminal Bulupitu–Terminal Kebondalem mulai beroperasi pada 5 Desember 2021, sedangkan Koridor 1 Pasar Pon–Terminal Ajibarang mulai beroperasi pada 18 Desember 2021. Koridor 2 Terminal Notog Patikraja–Terminal Baturraden kemudian menyusul pada Januari 2022.
Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal. Pada awal 2022, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas mencatat tingkat keterisian atau load factor Trans Banyumas mencapai rata-rata 90,84 persen, meskipun saat itu layanan masih gratis.
Sempat Berhenti di Awal Perjalanan
Menariknya, perjalanan Trans Banyumas ternyata sudah menghadapi penghentian sementara sejak awal. Pada 1 Januari 2022, operasional Trans Banyumas dihentikan sementara karena adanya pembenahan sistem dan persoalan teknis. Penghentian tersebut merupakan kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan berlaku terhadap layanan BTS di sejumlah daerah.
Saat itu, dua koridor yang telah berjalan, yakni Koridor 1 dan Koridor 3, ikut dihentikan sementara. Pemerintah daerah menyebut layanan diharapkan kembali berjalan setelah pembenahan sistem dan teknis selesai. Namun, penghentian tersebut tidak menjadi akhir perjalanan Trans Banyumas.
Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar
Layanan kembali berjalan dan secara bertahap berkembang. Dari semula tiga koridor, Trans Banyumas kemudian memiliki Koridor 3A dan 3B yang melayani rute Terminal Bulupitu–Terminal Kebondalem melalui jalur berbeda.
Hingga 2024, Trans Banyumas telah berkembang menjadi layanan dengan 52 unit bus, dengan 47 bus dioperasikan dan lima lainnya menjadi armada cadangan. Sepanjang 2024, jumlah penumpang yang dilayani mencapai sekitar 1,6 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Trans Banyumas bukan lagi sekadar program transportasi baru. Bus tersebut telah menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, pekerja dan masyarakat yang membutuhkan transportasi dengan tarif terjangkau.
Hampir Berhenti Lagi pada 2025
Memasuki 2025, persoalan pendanaan kembali menjadi tantangan. Trans Banyumas sempat direncanakan berhenti sementara mulai 1 Februari 2025 sebagai bagian dari efisiensi anggaran pemerintah pusat. Namun, rencana tersebut akhirnya batal sehingga layanan tetap beroperasi.
Baca juga: Peringati HUT Humas Polri ke - 75, Polres Kebumen Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah daerah terus mendorong agar Trans Banyumas tidak kehilangan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat. Persoalan ini menjadi semakin penting karena skema BTS selama ini membuat pemerintah membeli layanan perjalanan dari operator, sehingga tarif yang dibayar masyarakat dapat tetap terjangkau.
Dengan kata lain, keberlangsungan Trans Banyumas sangat bergantung pada dukungan anggaran untuk membiayai operasionalnya.
Di tengah berbagai tantangan pendanaan, Trans Banyumas justru memasuki fase ekspansi. Pada 1 Januari 2026, Koridor 4 resmi mulai melayani masyarakat dengan rute Terminal Bulupitu–Terminal Kejawar RSUD Banyumas. Rute tersebut menjadi terobosan karena memperluas layanan menuju wilayah Banyumas bagian selatan sekaligus kawasan Kota Lama Banyumas.
Koridor baru itu melewati sejumlah kawasan strategis, antara lain Berkoh, Kalibagor, Alun-Alun Banyumas, Terminal Kejawar, kawasan Kota Lama Banyumas hingga kembali menuju Purwokerto.
Menariknya, pembukaan Koridor 4 tidak dilakukan dengan menambah armada maupun anggaran baru. Sebagian armada Koridor 3A dan 3B dipecah untuk melayani rute baru tersebut.
Baca juga: Nikmatnya Ayam Goreng Jago di Djago Jowo Purwokerto, Kuliner Keluarga dengan Nuansa Joglo Jawa
Pada hari pertama beroperasi, Koridor 4 mencatat sekitar 1.480 penumpang dengan tingkat keterisian sekitar 85 persen. Pada hari-hari berikutnya, load factor koridor tersebut juga dilaporkan berada di kisaran 80 persen.
Kehadiran Koridor 4 sekaligus memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum di Banyumas masih cukup besar.
Namun, ekspansi layanan tersebut tidak menghilangkan persoalan utama Trans Banyumas: pembiayaan. Pada 2026, subsidi operasional dari APBN tidak lagi tersedia seperti sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Banyumas kemudian berusaha mengambil alih pembiayaan melalui APBD.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono sejak pertengahan 2026 telah menyatakan komitmennya agar Trans Banyumas tidak berhenti meskipun dukungan APBN tidak lagi turun. Pemkab bahkan menyiapkan anggaran untuk menjaga layanan tetap berjalan.
Namun, kebutuhan operasional Trans Banyumas cukup besar. Berdasarkan data Dishub Banyumas, kebutuhan operasional mencapai sekitar Rp3,3 miliar setiap bulan.
Baca juga: Purbalingga Targetkan 8 Emas di Porprov Jateng 2026
Pada Agustus 2026, Pemkab Banyumas menyatakan telah mengalokasikan anggaran agar layanan dapat dibiayai hingga akhir Desember 2026. Nilai anggaran yang disiapkan kemudian disebut sekitar Rp14 miliar.
30 Agustus 2026, Trans Banyumas Berhenti Sementara
Setelah melalui berbagai upaya mempertahankan layanan, Trans Banyumas akhirnya berhenti beroperasi mulai Minggu, 30 Agustus 2026. Pemkab Banyumas menyebut penghentian tersebut berkaitan dengan proses hand-over atau peralihan pengelolaan dari APBN ke APBD.
Selama masa transisi, Pemkab melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional Trans Banyumas, termasuk penataan layanan dan pembiayaannya. Penghentian tersebut dipastikan bukan keputusan untuk mengakhiri layanan.
Pemkab Banyumas bahkan telah mengalokasikan anggaran operasional hingga akhir Desember 2026 dan berupaya mempercepat proses evaluasi agar Trans Banyumas bisa kembali melayani masyarakat.
Baca juga: 54 Pelanggar Terjaring Patroli Malam di Purwokerto, Polisi Antisipasi Balap Liar
Bupati Sadewo kemudian memberikan kabar terbaru pada 2 September 2026. Ia menyebut Trans Banyumas ditargetkan kembali beroperasi pada 18 September 2026 setelah proses penganggaran melalui APBD dipercepat.
Pemkab Banyumas menyiapkan sekitar Rp14 miliar untuk membiayai operasional hingga akhir 2026. Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih berupaya mendapatkan kembali dukungan subsidi dari pemerintah pusat agar beban APBD dapat dikurangi.
Perjalanan Trans Banyumas selama hampir lima tahun memperlihatkan perubahan besar dalam transportasi publik di Banyumas. Dari layanan yang awalnya gratis dan hanya memiliki beberapa koridor, Trans Banyumas berkembang menjadi jaringan transportasi dengan puluhan armada dan jutaan penumpang.
Layanan ini juga mulai terintegrasi dengan moda transportasi lain, termasuk Stasiun Purwokerto. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi publik yang lebih terkoneksi di Banyumas.
Kini, tantangan Trans Banyumas bukan lagi sekadar bagaimana menarik penumpang. Persoalan utamanya adalah bagaimana memastikan layanan tersebut bisa bertahan secara finansial tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai transportasi publik yang murah dan terjangkau.
Jika target 18 September 2026 terealisasi, penghentian selama beberapa pekan ini akan menjadi salah satu episode dalam perjalanan panjang Trans Banyumas, bukan akhir dari perjalanan bus yang sejak 2021 telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banyumas. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.