ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang tidak hanya diproyeksikan menjadi panggung bagi para peserta untuk berkompetisi dalam bidang Al-Qur’an. Ajang nasional yang digelar 11–20 September 2026 tersebut juga diarahkan untuk ikut menggerakkan perekonomian masyarakat Jawa Tengah.
Sekitar 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI. Keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya menjadikan perhelatan keagamaan tersebut memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad mengatakan, MTQ memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam aspek pembinaan dan syiar Al-Qur’an. Menurutnya, momentum MTQ dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat produk-produk lokal.
“Selain terkait dengan pemahaman, penyebarluasan, dan syiar Al-Qur’an kepada umat, kami juga ingin mendorong agar momentum MTQ ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk pengembangan atau pemberdayaan ekonomi lokal,” jelasnya.
Pemberdayaan ekonomi tersebut tidak hanya dilakukan melalui ekspo UMKM. Sejumlah kegiatan pendukung seperti kunjungan wisata, wisata kuliner, bazar, festival hingga pasar rakyat juga disiapkan dengan mengedepankan produk dan potensi lokal.
Baca juga: Kemenag Tegaskan CPNS 2026 Belum Dibuka
Abu berharap, kehadiran ribuan peserta dan masyarakat yang mengikuti rangkaian MTQ Nasional di Semarang dapat menciptakan perputaran ekonomi baru bagi pelaku usaha setempat. Ia berkaca pada pelaksanaan MTQ di Kendari pada tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diterima Kementerian Agama dari dinas perdagangan setempat, penyelenggaraan MTQ turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah.
“Di Kendari tahun lalu, kami mendapat informasi dari dinas perdagangan setempat bahwa ada perputaran ekonomi sepanjang penyelenggaraan MTQ. Kami berharap di Semarang juga terjadi hal yang sama,” katanya.
8 Cabang Lomba dan 48 Kategori
Dari sisi kompetisi, MTQ Nasional XXXI akan mempertandingkan delapan cabang lomba yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori. Sejumlah cabang berkaitan langsung dengan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, termasuk tilawah dan tafsir. Kompetisi tersebut juga mencakup berbagai bidang yang membutuhkan penguasaan ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Abu menilai, MTQ mempunyai peran penting sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan kemampuan dalam mendalami Al-Qur’an. Menurutnya, keberadaan MTQ juga menjadi penting untuk bidang-bidang tertentu seperti tilawah yang hingga kini belum memiliki banyak jalur pendidikan formal secara khusus. Dengan demikian, MTQ tidak sekadar mencari peserta terbaik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda.
Baca juga: Amran Tegaskan Importir Tak Boleh Naikkan Harga Kedelai Seenaknya
MTQ Nasional XXXI mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Tema tersebut menjadi landasan penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 dan telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta Kementerian Agama.
Persiapan penyelenggaraan, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, kini telah memasuki tahap akhir. Berbagai lokasi yang akan digunakan sebagai venue perlombaan juga terus dipersiapkan untuk menyambut peserta dari seluruh Indonesia. Abu mengatakan koordinasi dengan LPTQ dari seluruh provinsi telah dilakukan melalui technical meeting.
“Kemarin kami melakukan technical meeting dengan seluruh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk menghadirkan Asisten Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Persiapannya sudah hampir selesai,” ujarnya.
Abu menegaskan, MTQ Nasional tidak seharusnya berhenti pada aspek perlombaan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.