ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Pagi hari sering menjadi awal dari bagaimana seseorang menjalani seluruh aktivitasnya. Namun, kebiasaan yang terlihat sederhana seperti langsung membuka media sosial setelah bangun tidur ternyata bisa membuat awal hari menjadi kurang produktif.
Begitu mata terbuka, banyak orang langsung mengambil ponsel. Notifikasi diperiksa, kemudian mulai menggulir Instagram, Facebook, TikTok, X, atau platform lainnya. Awalnya hanya berniat melihat beberapa unggahan, tetapi tanpa terasa waktu bisa berlalu hingga puluhan menit.
Masalahnya bukan semata-mata pada media sosial. Persoalannya adalah apa yang kita pilih untuk menjadi aktivitas pertama setelah bangun tidur.
Saat baru bangun, pikiran belum sepenuhnya dipenuhi berbagai informasi dan tuntutan. Kondisi ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memulai hari dengan lebih tenang dan terarah. Jika aktivitas pertama adalah menggulir media sosial, otak langsung menerima berbagai macam informasi dari luar. Mulai dari berita, komentar, video hiburan, promosi hingga kehidupan orang lain.
Akibatnya, perhatian kita dengan cepat berpindah dari tujuan pribadi ke berbagai hal yang sebenarnya tidak selalu penting. Sebaliknya, jika pagi dimulai dengan aktivitas yang sudah direncanakan, kita memiliki kesempatan lebih besar untuk menentukan sendiri arah hari tersebut.
Baca juga: Rutin Makan Buah Setiap Pagi? Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Media Sosial Bisa Membuat Waktu Pagi Hilang Tanpa Disadari
Salah satu masalah terbesar dari kebiasaan scrolling adalah sulitnya menentukan kapan harus berhenti. Satu video berlanjut ke video berikutnya. Satu unggahan membawa kita ke unggahan lain. Bahkan ketika awalnya hanya ingin memeriksa satu notifikasi, akhirnya kita bisa menghabiskan waktu cukup lama di depan layar.
Waktu pagi yang seharusnya dapat digunakan untuk mempersiapkan diri justru habis tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti. Padahal, 20 atau 30 menit di pagi hari bisa digunakan untuk banyak hal sederhana, seperti olahraga ringan, membaca, merapikan rumah, menulis rencana kerja, sarapan dengan tenang atau menyelesaikan pekerjaan penting.
Menunda membuka media sosial bukan berarti harus menjauhi teknologi sepanjang hari. Yang lebih penting adalah mengatur kapan media sosial mendapatkan perhatian kita.
Cobalah membuat aturan sederhana: jangan membuka media sosial sebelum menyelesaikan beberapa aktivitas pagi. Misalnya, setelah bangun tidur, minum air putih, merapikan tempat tidur, mandi, berolahraga selama beberapa menit, sarapan, kemudian menyelesaikan satu pekerjaan penting.
Baca juga: Telinga Terasa Kotor Langsung Dikorek? Hati - hati, Cutton Bud Bisa Bikin Masalah
Setelah itu, barulah membuka media sosial sebagai bagian dari waktu istirahat atau hiburan. Kebiasaan tersebut membuat kita tidak memulai hari sebagai konsumen informasi, tetapi sebagai orang yang terlebih dahulu menghasilkan sesuatu.
Produktif bukan berarti sejak bangun tidur harus langsung bekerja keras. Pagi yang produktif juga bisa berarti memberikan waktu kepada diri sendiri untuk melakukan hal-hal sederhana yang membuat tubuh dan pikiran lebih siap menjalani hari.
Berjalan kaki, menikmati sarapan tanpa ponsel, membaca beberapa halaman buku, beribadah, menulis jurnal atau sekadar duduk menikmati suasana pagi juga dapat menjadi aktivitas yang bermanfaat. Intinya adalah jangan membiarkan algoritma media sosial menentukan apa yang pertama kali memenuhi pikiran kita setiap pagi.
Bagi yang sulit meninggalkan kebiasaan tersebut, tidak perlu langsung membuat aturan yang terlalu berat. Mulailah dengan satu jam pertama setelah bangun tidur tanpa scrolling media sosial. Letakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur. Matikan notifikasi yang tidak penting dan tentukan beberapa aktivitas yang ingin diselesaikan sebelum membuka aplikasi media sosial.
Jika satu jam terasa terlalu lama, mulai dari 15 atau 30 menit. Setelah terbiasa, durasinya bisa ditambah secara bertahap. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten biasanya jauh lebih mudah dipertahankan dibandingkan perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari.
Baca juga: Harus Bergadang? Ini Tips Aman Buatmu yang Harus Melek Tengah Malam
Media sosial akan selalu tersedia. Berbagai unggahan baru akan terus muncul setiap menit. Tidak ada keharusan untuk mengetahui semuanya begitu membuka mata. Sebaliknya, waktu pagi yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan. Karena itu, sebelum membiarkan media sosial mengambil perhatian, selesaikan terlebih dahulu sesuatu yang penting bagi diri sendiri.
Tidak harus besar. Merapikan tempat tidur, berolahraga, membaca, menyusun rencana kerja atau menyelesaikan satu tugas sederhana sudah cukup untuk memberikan rasa bahwa hari telah dimulai dengan sebuah pencapaian.
Pagi hari sebaiknya bukan tentang apa yang sedang dilakukan orang lain di media sosial, tetapi tentang apa yang ingin kita lakukan untuk membuat hari kita sendiri menjadi lebih baik. Jangan biarkan scrolling menjadi aktivitas pertama setiap pagi. Selesaikan dulu sesuatu yang produktif, baru kemudian buka media sosial. Dengan begitu, kita yang mengendalikan hari, bukan sebaliknya.(*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.