ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pembangunan daerah bukan hanya soal deretan angka pertumbuhan ekonomi, investasi, atau penurunan kemiskinan. Di balik angka tersebut, ada layanan kesehatan yang semakin dekat, lapangan pekerjaan yang terbuka, hingga upaya memperbaiki kehidupan keluarga kurang mampu.
Gambaran itulah yang dibawa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penilaian tahap III Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan berbagai program yang dirancang agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
Jawa Tengah sendiri berhasil masuk tiga besar provinsi dalam PPD 2026 bersama Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Program Dokter Keliling
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Warga di daerah yang memiliki keterbatasan akses tidak harus selalu datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.
Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, Speling telah digelar 1.607 kali di 1.466 desa dan kelurahan. Lebih dari 128 ribu sasaran telah terjangkau program tersebut.
Bagi pemerintah provinsi, angka tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat dibuat lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Baca juga: Omzet Naik, UKM Jateng Corner Jadi Pintu UMKM Tembus Pasar Lebih Luas
Investasi Bukan Sekadar Modal Masuk
Di bidang ekonomi, pemerintah juga berupaya memastikan investasi memberikan efek berantai bagi masyarakat.
Realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp110 triliun. Sementara hingga semester I 2026, investasi yang terealisasi telah mencapai Rp59,94 triliun.
Yang menjadi perhatian bukan hanya besarnya nilai investasi, tetapi juga dampaknya terhadap tenaga kerja. Hingga semester I 2026, investasi tersebut telah menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2026 pun tercatat 5,80 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,45 persen.
Baca juga: Jateng Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Persoalan kemiskinan menjadi pekerjaan lain yang mendapat perhatian.
Pemprov Jateng menerapkan intervensi dari berbagai sisi. Mulai pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan rumah, peningkatan keterampilan, hingga membuka akses masyarakat terhadap pekerjaan.
Luthfi menegaskan, pengentasan kemiskinan harus menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Misalnya mengentaskan kemiskinan, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Menurut Luthfi, program tersebut tidak berhenti di tingkat provinsi. Pelaksanaannya harus bergerak hingga kabupaten/kota dan desa agar manfaat pembangunan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Baca juga: DPU Banyumas Fasilitasi Pemanfaatan Sumur Dalam untuk Atasi Krisis Air di Wilayah Rawan Kekeringan
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, keberhasilan masuk tiga besar PPD 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap proses pembangunan yang telah berjalan.
“Alhamdulillah, minimal hari ini kita sudah diundang untuk masuk tiga besar. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Jawa Tengah ini setidaknya mendapat apresiasi,” ujarnya.
Namun, ia menilai penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah memastikan program yang dibuat pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam penilaian tahap III, tim juri tidak hanya menggali program yang telah dilaksanakan. Mereka juga menyoroti dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Baca juga: Dari Lari 5K hingga Soto Gratis, Begini Meriahnya Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali
“Kalau diskusi biasanya yang dilihat adalah dampaknya, apa yang kita lakukan nanti dirasakan bersama,” kata Sumarno.
Dengan demikian, capaian pembangunan Jawa Tengah tidak hanya diukur dari berapa besar investasi yang masuk atau berapa banyak program yang dijalankan. Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, kesempatan kerja yang lebih luas, dan kehidupan yang lebih baik.
Presentasi Tahap III PPD 2026 Jawa Tengah dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud.
Jawa Tengah kini bersaing dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut. Apa pun hasil akhirnya, pemerintah provinsi menegaskan bahwa pembangunan harus terus diarahkan pada satu tujuan: membuat manfaat pembangunan benar-benar sampai ke warga. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.