ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Rumput laut tak hanya dikenal sebagai bahan baku produk olahan perikanan. Di tangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, komoditas tersebut mulai dikembangkan menjadi aneka pangan bernilai jual yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga. Potensi itu dikenalkan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Riset.
Mengusung tema “Upaya Peningkatan Gizi dan Pendapatan Keluarga melalui Diversifikasi Pangan Berbahan Dasar Rumput Laut pada Kelompok Wanita Tani Desa Beji, Kabupaten Banyumas”, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Para anggota KWT diajak langsung mengolah rumput laut menjadi produk pangan yang bisa dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain stik rumput laut, dodol rumput laut, dan manisan rumput laut. Peserta mempraktikkan seluruh tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, memasak, membentuk produk hingga melakukan pengemasan.
Dalam proses tersebut, tim FPIK Unsoed juga memberikan pendampingan terkait komposisi bahan, tekstur, kebersihan selama produksi hingga konsistensi kualitas. Langkah ini dinilai penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya enak dikonsumsi, tetapi juga memiliki standar mutu yang dapat dipertahankan ketika dipasarkan.
Dekan FPIK Unsoed, Endang Hilmi mengatakan, kegiatan pengabdian merupakan salah satu cara perguruan tinggi menerapkan hasil pendidikan dan penelitian agar manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.
Baca juga: Festival Kentongan Purbalingga 2026 Meriah, Citra Nada Sabet Juara 1
“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab agar ilmu dan inovasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diversifikasi produk rumput laut ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pangan sekaligus memberikan peluang ekonomi baru bagi keluarga di Desa Beji,” ujarnya.
Tingkatkan Pengolahan Rumput Laut
Ketua Tim Pengabdian, Rose Dewi menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah rumput laut menjadi pangan yang beragam sekaligus memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, rumput laut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dengan teknologi yang relatif sederhana. Jika dikelola secara konsisten, diversifikasi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku sekaligus membuka peluang usaha skala rumah tangga bagi anggota KWT.
“Kami berharap setelah pelatihan ini masyarakat tidak hanya mengetahui cara mengolah rumput laut, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Produk seperti dodol, stik, dan manisan rumput laut sangat memungkinkan dikembangkan sebagai produk unggulan kelompok apabila memiliki kualitas, kemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat sasaran,” jelasnya.
Dari sisi pengembangan produk, dosen FPIK Unsoed bidang Teknologi Hasil Perikanan (THP), Yohanes Harvinda memberikan materi mengenai potensi rumput laut sebagai bahan pangan, konsep diversifikasi, teknik pengolahan, peningkatan mutu hingga peluang pengembangan produk menjadi usaha bernilai ekonomi.
Baca juga: UMP Gelar Purwokerto Village Run 2026, Pelari Diajak Nikmati Alam dan Budaya Banyumas
Yohanes mengingatkan bahwa cita rasa bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah produk pangan. Konsistensi formulasi, kebersihan proses produksi, kualitas kemasan serta strategi pemasaran menjadi bagian penting agar produk mampu bersaing dan diterima konsumen.
Hasil kegiatan kemudian diperkuat dengan penyerahan alat dan bahan kepada KWT Desa Beji. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi kelompok untuk terus mempraktikkan pengolahan rumput laut sekaligus mengembangkan produk secara mandiri setelah program pengabdian berakhir.
Melalui kegiatan ini, FPIK Unsoed tidak hanya mengenalkan cara mengolah rumput laut menjadi pangan bergizi, tetapi juga membuka perspektif baru bahwa produk olahan berbasis rumput laut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha keluarga. Jika dikelola dengan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran yang tepat, stik, dodol, hingga manisan rumput laut berpeluang menjadi produk unggulan KWT Desa Beji sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.