ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dalam tradisi Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran. Perpaduan hari dalam kalender Masehi dengan pasaran Jawa dipercaya memiliki makna tertentu yang berkaitan dengan karakter, perjalanan hidup, hingga berbagai tradisi masyarakat.
Salah satu pasaran yang kerap dianggap memiliki sisi mistis adalah Wage. Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, orang yang lahir pada pasaran Wage sering dikaitkan dengan karakter tertentu dan dianggap memiliki hubungan khusus dengan kehidupan spiritual.
Namun, anggapan mengenai “keramatnya” weton Wage merupakan bagian dari kepercayaan dan budaya, bukan fakta ilmiah yang dapat dibuktikan secara medis atau ilmiah.
Wage dalam Perhitungan Weton Jawa
Wage merupakan salah satu dari lima pasaran dalam penanggalan Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah
Dalam sistem neptu, pasaran Wage memiliki nilai 4. Nilai tersebut kemudian dipadukan dengan nilai neptu hari kelahiran untuk menentukan weton seseorang.
Misalnya, seseorang yang lahir pada Senin Wage memiliki perhitungan neptu Senin 4 ditambah Wage 4, sehingga jumlahnya 8. Perhitungan semacam ini kemudian digunakan dalam berbagai tradisi Jawa untuk membaca karakter atau menentukan hari yang dianggap baik untuk kegiatan tertentu.
Mengapa Wage Dianggap Keramat?
Wage sering disebut dalam berbagai tradisi dan ritual masyarakat Jawa. Sebagian masyarakat menganggap pasaran ini memiliki suasana yang lebih tenang dan erat dengan kegiatan spiritual.
Ada pula kepercayaan bahwa orang yang lahir pada Wage memiliki sifat pendiam, kuat memegang prinsip, serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?
Dalam cerita-cerita tradisional, seseorang dengan weton tertentu bahkan dipercaya memiliki kemampuan merasakan hal-hal yang tidak dirasakan orang lain. Akan tetapi, klaim mengenai kemampuan supranatural tersebut merupakan bagian dari folklor dan kepercayaan masyarakat.
Sering Dikaitkan dengan Laku Spiritual
Dalam sejumlah tradisi Jawa, hari pasaran digunakan untuk melakukan tirakat, doa, ziarah, atau ritual tertentu. Wage termasuk salah satu pasaran yang digunakan dalam konteks tersebut.
Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi leluhur, kegiatan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan hal mistis. Ada nilai refleksi, doa, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.
Karena itu, makna Wage bisa berbeda-beda antara satu daerah dan keluarga dengan lainnya.
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, Warga Karen Indah 3 Antusias Ikuti Senam dan Jalan Sehat
Karakter Orang Lahir Wage Menurut Primbon
Dalam sejumlah tafsir primbon Jawa, kelahiran pada pasaran Wage kerap dikaitkan dengan pribadi yang memiliki pendirian kuat.
Mereka dipercaya cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan, tidak mudah membuka diri kepada orang lain, dan memiliki keteguhan ketika sudah menentukan pilihan.
Namun, karakter tersebut tidak boleh dianggap sebagai kepastian mengenai kepribadian seseorang. Sifat manusia terbentuk dari banyak faktor, termasuk lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman, dan kehidupan sosial.
Weton Tetap Menjadi Bagian Budaya
Baca juga: Mimpi Memandikan Orangtua Bikin Merinding, Ini Makna yang Sering Dikaitkan
Terlepas dari berbagai cerita tentang sisi keramatnya, weton Wage merupakan bagian dari kekayaan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Bagi sebagian masyarakat, weton masih digunakan untuk menentukan hari pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, hingga berbagai kegiatan adat. Sementara bagi generasi lain, weton lebih dipandang sebagai warisan budaya dan pengetahuan tradisional.
Pada akhirnya, cerita mengenai “keramatnya” Wage menarik bukan hanya karena unsur mistisnya, tetapi juga karena memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa memaknai waktu, kelahiran, dan perjalanan kehidupan melalui tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.