Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Menggigit kuku kerap dianggap sebagai kebiasaan kecil yang tidak berbahaya. Banyak orang melakukannya tanpa sadar ketika sedang cemas, bosan, berkonsentrasi, atau menghadapi situasi yang membuat tegang.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan menggigit kuku atau onychophagia dapat menimbulkan sejumlah masalah. Bukan hanya membuat kuku terlihat rusak, kebiasaan ini juga bisa menjadi pintu masuk kuman ke dalam tubuh.

Kuku Rusak hingga Kulit Terluka

Kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan kuku menjadi pendek, tidak rapi, bahkan mengalami kerusakan pada bagian di sekitar kuku. Jika gigitan terlalu dalam, kulit di sekitar kuku juga bisa terluka dan menimbulkan rasa sakit.

Luka kecil tersebut berpotensi mengalami infeksi, terutama ketika tangan atau mulut dalam kondisi kurang bersih.

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Selain itu, menggigit kuku berarti memindahkan kotoran dan mikroorganisme yang menempel di tangan ke dalam mulut. Sebaliknya, air liur juga dapat membuat kulit di sekitar kuku terus-menerus lembap sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

Sering Berkaitan dengan Rasa Cemas

Pada sebagian orang, menggigit kuku bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi respons ketika menghadapi tekanan emosional. Rasa cemas, stres, bosan, atau terlalu fokus pada sesuatu dapat memicu seseorang menggigit kuku tanpa menyadarinya.

Karena itu, menghentikan kebiasaan tersebut tidak selalu cukup hanya dengan mengatakan kepada diri sendiri untuk berhenti. Penting pula mengenali situasi yang biasanya menjadi pemicunya.

Cara Mengurangi Kebiasaan Gigit Kuku

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba. Pertama, menjaga kuku tetap pendek sehingga tidak mudah digigit. Kedua, mengenali kapan tangan mulai bergerak ke arah mulut dan segera mengalihkan perhatian.

Menggunakan benda yang dapat dimainkan dengan tangan, seperti bola stres, juga bisa menjadi alternatif ketika kebiasaan muncul karena rasa cemas atau gelisah.

Yang tidak kalah penting, menjaga kebersihan tangan dan kuku. Jika kebiasaan menggigit kuku sulit dihentikan, terjadi luka atau infeksi berulang, atau dilakukan secara kompulsif hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons stres atau kecemasan. Dengan mengenali pemicu dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat, kuku pun bisa kembali terawat tanpa harus menjadi sasaran gigitan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: