3 Juta Warga Terpapar Kabut Asap Karhutla

Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Daerah
Kesehatan
By Ariyani  —  On Aug 23, 2026
Caption Foto : Kemenkes mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak karhutla. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten dan kota dilaporkan terpapar kabut asap yang menyelimuti tujuh provinsi di Indonesia.

Krisis kualitas udara tersebut juga memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan ratusan tenaga kesehatan sekaligus mengirimkan bantuan logistik medis dalam jumlah besar ke daerah terdampak.

Berdasarkan data Kemenkes hingga tanggal 21 Agustus 2026, tujuh provinsi yang terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sebanyak enam provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana. Kondisi tersebut dipicu musim kemarau panjang yang telah berlangsung sejak awal 2026 dan meningkatkan risiko meluasnya titik-titik kebakaran.

Lonjakan kasus gangguan pernapasan pun mulai terlihat. Di Kalimantan Tengah, jumlah penderita ISPA meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam kurun waktu satu minggu atau naik sekitar 78,1 persen.

Sementara di Kalimantan Barat, jumlah kasus ISPA sejak Januari 2026 telah melampaui 151 ribu kasus. Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah menjadi wilayah yang mencatat peningkatan cukup tinggi.

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

Kasus gangguan kesehatan serupa, termasuk asma dan iritasi akibat paparan asap, juga dilaporkan terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski dampak kesehatan terus meningkat, hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat bencana kabut asap.

Kemenkes Kirim 314 Nakes

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Agus Jamaludin, mengatakan pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak 

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," katanya.

Selain mengirim tenaga medis dan tenaga kesehatan, Kemenkes juga mendistribusikan berbagai kebutuhan untuk penanganan warga yang terdampak kabut asap. Bantuan yang telah disalurkan antara lain 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, delapan set alat pelindung diri, 33 dus pemberian makanan tambahan, serta obat-obatan dan vitamin.

Baca juga: Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan

Pemerintah juga memperkuat layanan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Pos kesehatan dan ruang oksigen telah disiapkan di Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, serta Kota Palangkaraya. Di Kalimantan Barat, fasilitas kesehatan juga menjalankan program Oase Udara untuk membantu memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026, ancaman karhutla dan kabut asap masih perlu diwaspadai. Kemenkes pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara buruk, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, memantau indeks kualitas udara, memperbanyak minum air putih, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.  Warga yang mulai mengalami batuk, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya juga diminta tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kami mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus memperhatikan kualitas udara dan melindungi diri dari paparan asap. Apabila muncul keluhan gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," tegas Agus. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: