Jangan Asal Jual, Ini Strategi Mendapatkan Harga Terbaik Saat Menjual Perhiasan Emas

EKBIS
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Aug 09, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Perhiasan emas bukan sekadar aksesori untuk menunjang penampilan. Bagi sebagian masyarakat, perhiasan emas juga menjadi aset yang bisa dicairkan ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat.

Namun, menjual perhiasan emas ternyata tidak cukup hanya dengan datang ke toko emas dan menerima harga yang ditawarkan. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar nilai jual perhiasan tetap optimal dan potongan harga tidak terlalu besar.

Terlebih, harga emas perhiasan dapat berubah mengikuti pergerakan harga emas di pasar. Selain itu, kadar emas, berat, kondisi perhiasan hingga kebijakan toko tempat menjual juga turut menentukan nominal yang diterima.

Lantas, bagaimana cara menjual perhiasan emas agar mendapatkan harga yang lebih menguntungkan?

1. Cek Harga Emas Sebelum Menjual

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026 Turun Rp5.000

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memantau perkembangan harga emas sebelum membawa perhiasan ke toko.

Jangan hanya melihat harga emas secara umum. Harga jual kembali perhiasan emas dapat berbeda dengan harga emas batangan karena terdapat sejumlah komponen yang diperhitungkan, termasuk kadar emas, ongkos pembuatan dan kebijakan buyback dari toko.

Setiap toko emas juga dapat memiliki ketentuan berbeda terkait harga pembelian kembali atau buyback. Karena itu, membandingkan harga dari beberapa tempat bisa menjadi cara sederhana untuk mengetahui apakah penawaran yang diberikan sudah kompetitif.

2. Kenali Kadar Emas dan Berat Perhiasan

Kadar emas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai perhiasan ketika dijual kembali.

Baca juga: Perajin Tikar Pandan di Banjarnegara Bergantung pada Pengepul, Harga Mentok Rp28 Ribu

Perhiasan emas tersedia dalam berbagai kadar, seperti 18 karat, 22 karat dan kadar lainnya. Semakin tinggi kadar emas yang terkandung di dalam perhiasan, semakin besar pula kandungan emasnya.

Sebelum menjual, pemilik sebaiknya mengetahui kadar dan berat perhiasan. Informasi tersebut biasanya tercantum dalam surat pembelian atau dokumen perhiasan.

Setelah itu, bandingkan dengan harga buyback yang berlaku pada hari ketika transaksi dilakukan.

3. Jangan Terburu-buru Menjual Setelah Membeli

Membeli perhiasan emas untuk kemudian dijual dalam waktu singkat belum tentu menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, Daop 5 Purwokerto Layani Lebih dari 131 Ribu Pelanggan

Salah satu alasannya adalah adanya ongkos pembuatan yang dibayarkan ketika membeli perhiasan. Komponen tersebut tidak selalu kembali secara utuh ketika perhiasan dijual.

Karena itu, perhiasan emas lebih cocok dipandang sebagai aset untuk jangka menengah hingga panjang. Jika tidak sedang membutuhkan dana mendesak, menjualnya terlalu cepat sebaiknya dihindari.

Pemilik dapat mempertimbangkan waktu penjualan ketika harga emas sedang berada pada level yang menarik atau ketika perhiasan sudah disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

4. Rawat Perhiasan agar Kondisinya Tetap Baik

Kondisi fisik juga tidak boleh diabaikan. Perhiasan yang mengalami kerusakan, banyak goresan atau perubahan warna berpotensi mendapatkan penilaian berbeda ketika dijual. Karena itu, perawatan sejak awal penting dilakukan, terutama jika perhiasan memang dipersiapkan sebagai aset yang sewaktu-waktu dapat dicairkan.

Baca juga: UMKM Banyumas Raya Raup Penjualan Ratusan Juta dan Buka Peluang Ekspor di KKI 2026

Simpan perhiasan di tempat yang aman dan hindari kontak berlebihan dengan bahan kimia, parfum maupun benda yang dapat menyebabkan permukaannya tergores.

Semakin terjaga kondisi perhiasan, semakin baik pula penampilannya ketika diperiksa oleh pembeli.

5. Jangan Sampai Kehilangan Surat Pembelian

Surat atau bukti pembelian bukan sekadar dokumen pelengkap. Bagi pemilik perhiasan emas, dokumen tersebut dapat membantu menunjukkan informasi penting seperti kadar, berat dan detail transaksi pembelian.

Karena itu, surat pembelian sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan mudah ditemukan ketika perhiasan hendak dijual.

Baca juga: Festival Kentongan Banyumas 2026 Jadi Magnet, Kedatangan Penumpang di Stasiun Purwokerto Naik 32 Persen

Kelengkapan dokumen juga dapat membantu proses pengecekan perhiasan menjadi lebih mudah.

6. Cek Harga Buyback di Toko Tempat Membeli

Toko tempat membeli perhiasan bisa menjadi pilihan pertama ketika ingin menjual kembali. Sejumlah toko memiliki kebijakan buyback bagi konsumen yang membeli perhiasan di tempat tersebut. Namun, jangan langsung menerima penawaran pertama.

Jika memungkinkan, lakukan perbandingan dengan toko emas lain untuk mengetahui perbedaan harga yang ditawarkan. Dengan cara ini, pemilik perhiasan dapat memiliki gambaran mengenai harga pasar dan menentukan tempat penjualan yang memberikan nilai paling sesuai. 

Menjual perhiasan emas dengan harga terbaik membutuhkan sedikit riset. Pemilik perlu memperhitungkan lebih dari sekadar harga emas yang sedang naik. Kadar, berat, kondisi fisik, kelengkapan surat, ongkos pembuatan, hingga kebijakan buyback toko dapat memengaruhi nilai akhir yang diterima.

Baca juga: Pameran UMKM HUT ke-81 Jateng Raup Rp1,165 Miliar

Karena itu, sebelum menjual perhiasan emas, pastikan sudah mengetahui harga emas terbaru, memahami kadar perhiasan dan membandingkan penawaran dari beberapa tempat. Dengan strategi tersebut, keputusan menjual emas dapat dilakukan secara lebih matang sehingga potensi kerugian akibat potongan harga yang terlalu besar bisa diminimalkan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: