Cara Membuat Tempe Sendiri di Rumah, Mudah dan Hasilnya Bernutrisi

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Tempe menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang telah dikenal luas karena cita rasanya yang khas dan kandungan gizinya yang tinggi. Terbuat dari kedelai yang difermentasi, tempe merupakan sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi masyarakat. Menariknya, proses pembuatannya dapat dilakukan sendiri di rumah dengan bahan dan peralatan yang sederhana.

Pembuatan tempe diawali dengan memilih kedelai berkualitas baik. Kedelai kemudian dicuci hingga bersih sebelum direndam selama sekitar 8 hingga 12 jam. Proses perendaman bertujuan melunakkan biji kedelai sehingga lebih mudah diolah sekaligus membantu proses fermentasi.

Setelah direndam, kedelai direbus hingga matang. Selanjutnya kulit ari kedelai dipisahkan dengan cara diremas-remas menggunakan tangan. Kedelai kemudian dibilas kembali hingga bersih dan ditiriskan sampai benar-benar kering. Tahap ini penting karena kadar air yang berlebihan dapat menghambat pertumbuhan jamur tempe.

Setelah kedelai dingin dan tidak lagi basah, ragi tempe ditaburkan secara merata. Penggunaan ragi harus disesuaikan dengan jumlah kedelai agar proses fermentasi berlangsung optimal. Kedelai kemudian diaduk perlahan hingga seluruh permukaannya tercampur rata dengan ragi.

Langkah berikutnya adalah membungkus kedelai menggunakan daun pisang atau plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil sebagai saluran udara. Lubang tersebut diperlukan karena jamur tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh selama proses fermentasi.

Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah

Tahapan Akhir

Bungkusan tempe kemudian disimpan pada suhu ruang selama kurang lebih 36 hingga 48 jam. Selama masa fermentasi, jamur akan tumbuh membentuk lapisan putih yang merekatkan biji kedelai menjadi satu kesatuan yang padat. Apabila seluruh permukaan kedelai telah tertutup warna putih dan beraroma khas tempe segar, maka tempe siap dikonsumsi.

Agar hasil fermentasi maksimal, kebersihan alat dan bahan harus selalu dijaga. Selain itu, kedelai sebaiknya tidak dicampur ragi saat masih panas karena suhu tinggi dapat merusak mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi.

Selain lebih hemat, membuat tempe sendiri memungkinkan masyarakat memilih bahan baku yang berkualitas tanpa tambahan bahan pengawet. Tempe yang dihasilkan pun dapat diolah menjadi berbagai menu, seperti tempe goreng, bacem, mendoan, orek, hingga aneka masakan berkuah.

Dengan proses yang relatif sederhana, siapa pun dapat mencoba membuat tempe di rumah. Selain menjadi pengalaman yang menarik, cara ini juga dapat mendukung konsumsi pangan bergizi sekaligus melestarikan salah satu warisan kuliner khas Indonesia yang telah mendunia. (*)

Baca juga: Weton Wage Disebut Keramat, Ini Makna dan Kepercayaan yang Hidup dalam Tradisi Jawa

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: