Benarkah Ada Pasar Goib Saat Mendaki Gunung? Simak Penjelasan dari Sisi Mitos dan Fakta

Hiburan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jul 27, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Mendaki gunung bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan beragam cerita yang berkembang di masyarakat. Salah satu kisah yang paling sering terdengar adalah keberadaan "pasar gaib", yaitu tempat yang konon dipenuhi suara orang berjualan, keramaian, atau aroma makanan, padahal tidak terlihat aktivitas manusia di sekitarnya.

Cerita mengenai pasar gaib telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Namun, benarkah fenomena tersebut benar-benar ada?

Kisah yang Turun Menurun

Banyak pendaki mengaku pernah mendengar suara percakapan ramai, dentingan alat masak, hingga aroma masakan ketika berada di jalur pendakian, terutama saat malam atau dini hari. Beberapa bahkan mengaku melihat bayangan keramaian yang kemudian menghilang begitu saja.

Cerita seperti ini banyak dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat setempat bahwa gunung merupakan tempat yang dihuni makhluk tak kasat mata. Karena itu, para pendaki biasanya diimbau menjaga sikap, tidak berbicara sembarangan, serta menghormati adat dan kepercayaan yang berlaku.

Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah

Meski demikian, kisah-kisah tersebut umumnya bersifat pengalaman pribadi dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Penjelasan dari Sisi Ilmiah

Dari sudut pandang ilmiah, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang merasa mendengar atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Salah satunya adalah kelelahan fisik akibat perjalanan panjang. Kurangnya waktu istirahat, suhu dingin, dehidrasi, dan minimnya asupan makanan dapat memengaruhi konsentrasi serta persepsi seseorang terhadap lingkungan.

Selain itu, kondisi alam pegunungan juga memungkinkan suara dari lokasi yang jauh terbawa angin sehingga terdengar seolah-olah berasal dari tempat yang dekat. Fenomena ini dapat menimbulkan kesan adanya keramaian di tengah hutan.

Baca juga: Weton Wage Disebut Keramat, Ini Makna dan Kepercayaan yang Hidup dalam Tradisi Jawa

Faktor psikologis juga berperan. Seseorang yang sejak awal telah mendengar cerita tentang pasar gaib cenderung lebih mudah mengaitkan suara atau aroma yang tidak biasa dengan kisah tersebut.

Tetap Hormati Kepercayaan Masyarakat

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan pasar gaib, menghormati budaya dan kearifan lokal tetap menjadi hal yang penting saat mendaki gunung.

Pendaki dianjurkan menjaga ucapan, tidak merusak alam, tidak membuang sampah sembarangan, serta mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pengelola kawasan maupun masyarakat setempat.

Sikap saling menghormati tidak hanya menjaga hubungan dengan warga sekitar, tetapi juga membantu menciptakan pengalaman mendaki yang aman dan nyaman bagi semua orang.

Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?

Pada akhirnya, keberadaan pasar gaib masih menjadi bagian dari mitos dan cerita yang hidup di tengah masyarakat. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan keberadaannya. Namun, kisah tersebut tetap menjadi warna tersendiri dalam tradisi pendakian gunung di Indonesia dan mengingatkan setiap pendaki untuk selalu menghormati alam, budaya lokal, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: