ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempercepat pengembangan wisata kesehatan (health tourism) sebagai salah satu sektor unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menetapkan 18 rumah sakit sebagai proyek percontohan guna membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI). Tahap awal difokuskan pada 15 rumah sakit di kawasan Jabodetabek serta tiga rumah sakit di Bali yang dinilai memiliki potensi besar menjadi destinasi layanan kesehatan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani mengatakan, keberhasilan pengembangan wisata kesehatan sangat bergantung pada sinergi yang erat antara sektor kesehatan dan industri pariwisata.
"Inisiatif ini telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung," terangnya.
Menurutnya, pengembangan wisata kesehatan merupakan bagian dari strategi menghadirkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua
Rizki menjelaskan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan kini mengalami perubahan. Selain pengobatan atau layanan kuratif, masyarakat juga semakin mencari layanan promotif, preventif, hingga kebugaran (wellness). Tren tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan wisata kesehatan sebagai produk unggulan baru di sektor pariwisata.
Pemetaan Rumah Sakit Unggulan
Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap rumah sakit yang memiliki layanan unggulan dan siap dikembangkan menjadi destinasi wisata kesehatan. Beberapa rumah sakit yang masuk dalam proyek percontohan antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.
Seluruh rumah sakit tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam katalog wisata kesehatan yang sedang disusun Kementerian Pariwisata. Dokumen promosi tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sebagai panduan bagi wisatawan yang ingin memperoleh layanan kesehatan di Indonesia.
Penyusunan katalog tidak hanya menampilkan profil rumah sakit, tetapi juga memuat layanan unggulan, estimasi paket wisata kesehatan, hingga hasil pemetaan keunggulan masing-masing rumah sakit. Untuk mendukung hal tersebut, Kemenpar bersama Kementerian Kesehatan juga akan melakukan survei lapangan guna menetapkan parameter center of excellence pada setiap rumah sakit.
Baca juga: Logo Mandiri Hilang dari Gedung Thamrin, Ada Apa??
Lebih lanjut, Rizki menegaskan bahwa pembangunan wisata kesehatan tidak hanya berorientasi pada fasilitas medis. Pemerintah juga akan membangun ekosistem yang melibatkan berbagai sektor pendukung, seperti hotel, biro perjalanan wisata, agen perjalanan, penyedia transportasi ramah pasien termasuk kendaraan dengan fasilitas kursi roda, hingga perusahaan asuransi nasional maupun internasional.
"Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait," pungkasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.