Penyebab Berat Badan Naik Tak Selalu Karena Makan Banyak, Ini Faktor yang Sering Diabaikan

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jun 11, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Banyak orang mengira kenaikan berat badan hanya disebabkan oleh pola makan berlebihan. Padahal, sejumlah faktor lain yang sering tidak disadari juga dapat memicu kegemukan, mulai dari stres, kurang tidur, efek samping obat hingga kondisi kesehatan tertentu.

Secara umum, berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dibakar saat beraktivitas. Namun, proses ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang berkaitan dengan hormon, metabolisme, dan gaya hidup sehari-hari. 

Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Hormon ini berperan meningkatkan rasa lapar dan mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan lebih banyak, terutama makanan tinggi gula dan lemak yang dianggap mampu memberikan rasa nyaman. Akibatnya, tanpa disadari asupan kalori meningkat dan berat badan perlahan bertambah. 

Kualitas tidur yang buruk juga menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan yang sering diabaikan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Selain itu, begadang membuat seseorang lebih sering mengonsumsi camilan pada malam hari. Orang yang kurang tidur juga cenderung memilih makanan cepat saji atau gorengan dibandingkan makanan sehat seperti buah dan sayuran.

Baca juga: 7 Menu Diet Tanpa Nasi yang Mengenyangkan, Cocok untuk Turunkan Berat Badan dan Hidup Lebih Sehat

Efek Samping Obat Bisa Menambah Berat Badan

Beberapa jenis obat diketahui memiliki efek samping berupa peningkatan berat badan. Obat antidepresan, misalnya, dapat memengaruhi nafsu makan dan metabolisme tubuh. Sementara itu, penggunaan steroid seperti prednisolon sering dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan serta penumpukan lemak di area perut, wajah, dan leher.

Selain itu, sejumlah obat untuk migrain, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan kejang, hingga obat antipsikotik juga dapat memicu kenaikan berat badan. Beberapa jenis kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik KB juga diduga berpengaruh, meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut. 

Kenaikan berat badan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi sistem hormon tubuh. Salah satunya adalah hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon dalam jumlah cukup sehingga metabolisme tubuh melambat.

Selain itu, Sindrom Cushing yang menyebabkan produksi hormon kortisol berlebihan juga dapat memicu penumpukan lemak pada wajah, leher, punggung atas, dan pinggang. Pada wanita, Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) atau PCOS juga sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan akibat resistensi insulin yang menyebabkan lemak lebih mudah menumpuk, terutama di area perut. 

Baca juga: Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan: Kaya Protein, Bantu Bentuk Otot hingga Cegah Anemia

Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, tetapi juga berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik. Banyak orang kini menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, ponsel, atau televisi. Kebiasaan duduk terlalu lama yang disertai konsumsi camilan tinggi kalori menjadi kombinasi yang berisiko meningkatkan berat badan secara signifikan. 

Sebagian orang mengalami kenaikan berat badan setelah berhenti merokok. Hal ini terjadi karena nikotin sebelumnya membantu meningkatkan pembakaran kalori dan menekan nafsu makan. Meski demikian, peningkatan nafsu makan setelah berhenti merokok umumnya hanya bersifat sementara. Manfaat berhenti merokok tetap jauh lebih besar dibandingkan risiko kenaikan berat badan yang terjadi. 

Banyak orang tergoda menjalani diet ketat demi menurunkan berat badan secara instan. Sayangnya, metode ini sering kali tidak efektif dalam jangka panjang. Ketika tubuh kekurangan asupan secara drastis, metabolisme akan melambat sebagai mekanisme bertahan hidup. Akibatnya, saat pola makan kembali normal, tubuh lebih mudah menyimpan kalori sebagai lemak sehingga berat badan kembali naik dengan cepat. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: